RFB Beri Layanan Investasi Berjangka dengan Produk Bilateral dan Multilateral

Kunjungan ini juga disambut baik oleh pimpinan Tribun Medan yakni Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Tribun Medan, Syarief Dayan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pimpinan Cabang PT Rifan Financiando Berjangka (RFB) Medan (kanan) memberikan plakat kepada Redaktur Tribun Medan, Etty Wahyuni (kiri) di Kantor Tribun Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pimpinan Cabang PT Rifan Financiando Berjangka (RFB) Medan, Sonya Kadarmanik bersama Head of Corporate Communication RFB, Andri Darmawan dan tim melakukan kunjungan ke Kantor Tribun Medan di Jalan K.H. Wahid Hasyim No.37, Babura, Medan, Rabu (20/3/2019).

Kunjungan ini bertujuan untuk bersilaturahmi dengan media Tribun Medan.

Kunjungan ini juga disambut baik oleh pimpinan Tribun Medan yakni Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Tribun Medan, Syarief Dayan, Redaktur Tribun Medan, Etty Wahyuni dan Manager Promosi, Noviansyah Ponatar.

Dalam kesempatan ini, Sonya menjelaskan tentang RFB yang merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBJ) yang telah mendapatkan izin sejak tahun 2000. "RFB berkomitmen untuk melaksanakan perdagangan berjangka secara teratur, wajar, efektif, dan transparan yang diatur dalam undang-undang di bidang Perdagangan Berjangka," ucapnya.

Saat ini, RFG sudah memiliki 10 cabang tersebar di Kota Medan, Palembang, Semarang, Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, Bandung, Solo dan Yogyakarta.

"Kita berorientasi kepada layanan jasa perantara bagi semua orang yang ingin mengambil keuntungan dari peluang dalam perdagangan komoditas dan pasar derivatif di Indonesia," ucapnya.

Ia mengatakan RFG didukung teknologi informasi yang mumpunj dan sumber daya manusia yang profesional yang memenuhi standar kualifikasi kepatutan dan kompetisi Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) kementerian perdagangan.

"Kita memiliki komitmen dan kepedulian agar industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia ini dapat terus berkembang, salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Saya harap industri PBK dapat semakin dikenal luas dan masyarakat dapat memahami resiko dan peluang dari investasi termasuk mengenal sejumlah ciri dari perusahaan pialang berjangka bodong,"ujar Sonya.

Ia mengatakan RFB memberikan layanan investasi berjangka dengan produk bilateral dan multilateral. Pertumbuhan nasabah baru di Kota Medan, rata-rata 100 nasabah setiap tahunnya.

"Potensi investor baru di Kota Medan sangat bagus sebab Kota Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia. Pertumbuhan jumlah nasabah naik 50 persen, bisa dilihat dari jumlah nasabah sebanyak 190
pada tahun 2017 dan tahun 2018 jumlah nasabah 299," ucapnya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication RFB, Andri menambahkannya RFB ini memiliki market terbesar secara nasional.
"Kita sekarang ini mulai giat edukasi, karena ada stigma negatif dari perusahaan pialang berjangka yang bodong. Dengan adanya pemahaman edukasi yang tinggi terhadap produk investasi berjangka ini maka investor pun bisa semakin paham tentang potensi investasi ini," kata Andri.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Pialang Berjangka (WPB) RFB, Roben A Purba menjelaskan tentang proses transaksi di bursa berjangka.

"Kita perusahaan pialang yang merupakan perantara bagi nasabah yang ingin bertansaksi di bursa berjangka. Nasabah itu tidak bisa langsung bertransaksi, jadi harus melalui perusahaan pialang, salah satunya kami PT Rifan," kata Roben.

"Jadi pada prinsipnya ini investasi, berarti menanamkan sejumlah modal, contohnya dana Rp 500 juta ditanam di perusahaan pialang PT Rifan. Dana itu dibawah penjaminan Kliring berjangka, dana tadi akan disimpan di satu rekening yang dinamakan di rekening terpisah jadi secara jaminan dan keamanan, nasabah tidak perlu khawatir karena ada lembaga penjaminnya," ungkapnya.

Roben mengatakan modal yang ditanam bersifat deposit margin saja, jadi belum ada penambahan, sehingga sifatnya kapanpun bisa ditarik dan tidak terikat kontrak.

"Satuan transaksinya dalam bentuk lot, satu lot itu sama dengan Rp 10 juta. Jadi misakan bapak punya investasi Rp 500 juta berarti bapak punya 50 lot. Jadi dengan 50 lot itu dapat dijadikan sebagai modal kita. Mau beli produk apa di bursa berjangka misalkan ada emas,"ujarnya.

Ia menuturkan kontrak emas dalam pergerakan harga emas berjangka sama semua dengan harga emas di Eropa dan Asia. "Nasabah yang bertransaksi diberi account. Fungsinya kami membantu investor dalam memberikan analisa, prediksi, dan pendampingan kepada nasabah dalam hal informasi, dari berbagai macam sumber. Kami memberi analisa, tapi keputusan transaksi jual dan beli itu ada di tangan nasabah," ucap Roben.

Ia menjelaskan contoh harga emas sebesar 1,305 dan nasabah transaksi secara online sebesar 10 lot, kenaikan satu poin itu merupakan keuntungan yang bisa didapatkan dalam sistem transaksinya. Biasanya secara umum nasabah terbagi tiga jenis yakni dalam harian, jangka menengah dan jangka panjang.

"Keputusan di tangan nasabah, naik harganya langsung dijual, keuntungan itu yang bisa didapatkan nasabah. Sejauh ini namanya peluang keuntungan tentu sangat berbeda dengan investasi lain misalnya deposito, kita hight risk. Resiko yang ada itu terjadi contoh nasabah jual emas 1,305 ternyata harganya turun menjadi 1,300 berarti ada kerugian lima point," ungkap Roben.

Menurutnya, secara bisnis ini, peluang ini memiliki potensi yang sangat besar bagi investor.

"Sumber informasi sudah cukup lengkap, ada android, internet juga gampang diakses, dan akhirnya nasabah tinggal manfaatkan instrumen di bursa berjangka. Kita bisa melihat peluang ini dengan mengetahui faktor resiko juga," katanya.

(nat/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved