News Video

Jokowi Kunjungi Selandia Baru, WNI Kumandangkan Lagu Sabang sampai Merauke sambut Iringan Presiden

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Selandia Baru. Kedatatang rombongan presiden direkam Warga negara Indonesia (WNI) di sana

Jokowi Kunjungi Selandia Baru, WNI Kumandangkan Lagu Sabang sampai Merauke sambut Iringan Presiden
Facebook Din Saja
Jokowi salami WNI di Selandia Baru 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Selandia Baru.

Kedatatang rombongan presiden direkam Warga negara Indonesia (WNI) di sana.

Ada sambutan khusus diberikan WNI kepada rombongan presiden, dari rekaman terdengar mereka menyambut iring-iringan rombong presiden dengan lagu Sabang sampai Merauke.

Presiden Jokowi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

Beberapa Paspampres juga amankan sekeliling presiden yang mendapat sorotan media di sana.

Turun dari mobil sedan, Jokowi yang menggunakan jas berwarna biru tak langsung masuk ke ruangan.

Presiden memilih menyambangi WNI yang nyanyikan lagu Sabang sampai Merauke.

Tonton video lengkapnya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Pria Penyebar Video Penembakan Berdarah di Selandia Baru Terancam Hukuman 28 Tahun Penjara

Pujian Fahri Hamzah pada PM Selandia Baru Ardern di Tengah Duka Tragedi Penembakan Christchurch

Warga Medan Teteskan Air Mata saat Saksikan Teatrikal Aksi Teroris Selandia Baru, TONTON VIDEO. .

Hingga berita ini diterbitkan belum diketahui agenda yang akan dibahas Presiden Jokowi di Selandia Baru.

Tribun juga belum mendapat kapan kunjungan presiden di Selandia Baru ini.

Video ini beredar pasca-teror kepada Muslim di Selandia Baru yang menewaskan puluhan orang.

PENYEBAR VIDEO TERANCAM 28 TAHUN PENJARA

Pria yang ditangkap karena menyebarkan video penembakan di masjid Selandia Baru telah menjalani sidang perdananya.

Phillip Arps dihadirkan di Pengadilan Christchurch pada Rabu (20/3/2019) dengan dua dakwaan terkait penyebaran video penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood.

Diberitakan Daily Mirror, selama sidang Arps memasang wajah datar dengan tangan terborgol di belakang, dan belum mengajukan pembelaan.

Setiap dakwaan dijerat dengan ancaman 14 tahun penjara. Jika terbukti bersalah, pria berusia 44 tahun itu bakal mendekam selama 28 tahun.

Brenton Tarrant, pria biadab yang melakukan aksi penembakan brutal para jamaah Salat Jumat di Selandia Baru.
Brenton Tarrant, pria biadab yang melakukan aksi penembakan brutal para jamaah Salat Jumat di Selandia Baru. (Heavy.com)

Kontroversial Caleg PAN Kaitkan Serangan Teroris di Masjid Selandia Baru Dengan Pilpres di Indonesia

Tiap Detik Video Penembakan Selandia Baru Diunggah ke YouTube

VIDEO: Doa Gubernur Edy Rahmayadi untuk Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru

Dalam dokumen penuntutan, dikatakan Arps menyebarkan video yang dibuat teroris bernama Brenton Tarrant pada Sabtu (16/3/2019), sehari setelah penembakan.

Sidang itu terjadi setelah Perdana Menteri Jacinda Ardern menyerukan agar publik tidak lagi ingin tahu tentang teroris asal Australia itu.

Ardern menyatakan berdasarkan manifesto si teroris yang dikirim ke kantornya sebelum penembakan, sudah jelas niat si terborgol adalah mencari perhatian.

Karena itu ketika berkunjung ke SMP Cashmere, Ardern menegaskan kepada para murid untuk berhenti memanggil nama si teroris atau berusaha mencari tahu tentang pribadinya.

"Jagalah satu sama lain. Kalian harus memastikan Selandia Baru tetap menjadi negara yang tidak mengizinkan adanya rasis dan intoleransi," ujar Ardern.

Tayangan dalam penembakan yang menewaskan 50 jemaah itu telah menyebar, dengan Facebook menyatakan menghapus 1,5 juta selama 24 setelah muncul.

Namun Ardern menyampaikan keluhan bahwa video tersebut masih beredar. PM perempuan termuda di Negeri "Kiwi" itu berkata telah berkoordinasi dengan Facebook.

"Ini sangat mengerikan. Mereka (Facebook) telah memberikan jaminan karena ini menjadi tanggung jawab mereka," pungkas Ardern.

(hen/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved