Lifter Sumut Faebolo Dodo Gowasa Bidik Medali Emas PON Papua 2020

Daud yang bertanding di Kelas 66 kg ini pun bertekad untuk bisa kembali lolos PON 2020 sekaligus membidik medali emas.

Lifter Sumut Faebolo Dodo Gowasa Bidik Medali Emas PON Papua 2020
Istimewa
Atlet angkat berat kota Medan, Faebolo Dodo Gowasa alias Daud Gowasa (tengah). peraih medali emas Asian Powerlifting Championship di Soreang, Kab. Bandung tahun 2017 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berhasil meraih medali perak saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) IX di Jawa Barat 2016 lalu, ternyata belum membuat lifter Sumut Faebolo Dodo Gowasa alias Daud Gowasa puas.  

Daud yang bertanding di Kelas 66 kg ini pun bertekad untuk bisa kembali lolos PON 2020 sekaligus membidik medali emas.

"Bulan Agustus atau September Kejurnas PraPON, kalau tidak salah di Jakarta. Target yang paling utama sih lolos dulu PON, kedua target medali bila perlu kalau bisa emas di PraPON atau di PON juga nantinya. Kenapa saya targetkan itu di PON kan supaya bisa berlatih rajin, jadi motivasi nya target itu kan. Tanpa target kita tidak akan latihan keras," ujarnya Kamis (21/3/2019).

Saat ini dirinya juga tengah mempersiapkan diri untuk ajang PraPON 2019. Sebagai seorang lifter, Latihan fisik yang dijalaninya lebih kepada pengembangan otot tubuh dan kebugaran jasmani agar mampu mengangkat beban-beban berat.

"Kalau saya latihannya di jalan veteran gedung Pabbsi. Main squat, bench press, Deadlift. Ada juga namanya squat block. Latihan setiap hari, biasa saya dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore baru habis. Pas hari Minggu saja yang libur," terang peraih medali emas Asian Powerlifting Championship di Soreang, Kab. Bandung tahun 2017 lalu.

Lebih lanjut, kata Gowasa, pada ajang PraPON mendatang, selain menargetkan medali emas, dirinya juga bertekad untuk bisa memecahkan rekor Nasional angkatan bench press yang saat ini seberat 307 kg. Dengan adanya target, menurut Daud, dirinya akan dapat berpacu dan berlatih keras.

"Kalau target angkatan di PraPON bisa mengangkat rekor-rekor yang lama seperti 290 kg squat, bench press bisa 185 kg, Deadlift bisa mengangkat 265 kg dulu. Itu rekor-rekor PON (saya). Berusaha untuk lebih, atau kalau bisa memecahkan rekor Nasional. Rekor nasional Squat 307 kg, bench press 210 kg. Agak berat memecahkan rekor bench press sama Deadlift. Hanya mungkin squat lah kalau bisa memecahkan," kata Peraih medali perak Kejurnas di Jakarta tahun 2018 ini.

Sementara itu, disinggung soal lawan-lawan tangguh, Gowasa mengakui ada sejumlah atlet dari provinsi lain yang harus diwaspadai. 

Karena itu untuk menghadapi PraPON yang sudah di depan mata, atlet kelahiran Nias tahun 1984 ini pun akan bergiat latihan terus hingga jelang PraPON. 

Gowasa pun mengaku optimis dan akan berusaha bisa mencapai targetnya tersebut.

"Lawan tangguh yang diantisipasi dari Kalimantan timur, Lampung, baru dari Riau. Tetap Berusaha lah, Karena itu tanggung jawab kita atlet PSE," pungkas peraih Medali perunggu PON Riau tahun 2012 ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved