Pengusaha Ekspor Berhasil Menjaga Nilai Perdagangan di Sumut

"Sungguh pencapaian yang membanggakan. Bea Cukai akan memberikan sertifikat penghargaan kepada pelaku usaha," ucap Mahdi.

Pengusaha Ekspor Berhasil Menjaga Nilai Perdagangan di Sumut
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPEI Provinsi Sumut, Drs Hendrik Halomoan Sitompul, MM (baju biru) dalam rapat asosiasi antar eksportir dan stakeholder untuk membahas soal kelancaran proses ekspor di Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kegiatan ekspor mempunyai hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara, semakin banyak kegiatan ekspor di negara itu maka pertumbuhan ekonomi juga akan naik dan hal ini akan berdampak pada iklim investasi yang semakin tumbuh beriringan dengan kegiatan ekspor tersebut.

Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat asosiasi antar eksportir dan stakeholder untuk membahas soal kelancaran proses ekspor di Sumut, dengan tema overview ekspor dan kelancaran arus barang di Sumut.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPEI Provinsi Sumut, Drs Hendrik Halomoan Sitompul, MM di Ruang Rapat Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Sumut, Jalan Sekip Baru, Petisah Tengah, Kota Medan.

Perwakilan Bea Cukai, Mahdi Djafar mengatakan, devisa pada tahun lalu mengalami surplus dari tahun ke tahun karena kebun-kebun produksi besar.

"Januari juga surplus, tapi Februari menurun, mungkin sisa imlek dan pilpres juga," katanya.

Ia memaparkan data eksportir dengan jumlah devisa terbesar periode Januari hingga Agustus 2018 yang dihasilkan 25 pelaku usaha.

"Penghasil devisa terbesar di urutan pertama adalah PT Musim Mas dengan devisa 1,203 miliar dolar AS. Pada urutan kedua ditempati oleh PT Smart Tbk dengan devisa sebesar 313 juta dolar AS. Selanjutnya disusul oleh PT Sumatera Agro Makmur Indonesia yang menghasilkan devisa sebesar 282 juta dolar AS," katanya.

"Sungguh pencapaian yang membanggakan. Bea Cukai akan memberikan sertifikat penghargaan kepada pelaku usaha," ucap Mahdi.

Sementara itu, Ketua DPD GPEI Sumut, Drs Hendrik Sitompul MM juga turut mengapresiasi pengusaha ekspor di Sumut yang berhasil menjaga nilai perdagangan Sumut hingga mencapai surplus selama tahun 2018.

"Ini merupakan prestasi luar biasa untuk Sumut. Semoga kita bisa mempertahankan prestasi ini bahkan bisa meningkat menjadi lebih baik lagi,"ucap Hendrik.

Pertemuan yang digelar GPEI ini bertema overview ekspor dan kelancaran arus barang di Sumut, Hendrik juga menyinggung sedikit mengenai hasil rapat kerja GPEI di Bandung pada beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa Sumut telah menjadi daerah untuk mendapat bantuan dari Eropa bagi lahan pertanian kopi dan coklat. Namun bukan berarti tidak terbuka untuk bisnis lain.

"Sumut menjadi daerah untuk dapat bantuan dari Eropa untuk kopi dan coklat, tapi juga terbuka untuk bisnis lain,” ucap Anggota Komisi C DPRD Kota Medan ini.

Hendrik mengatakan ia menginginkan agar para pelaku usaha dan stakeholder harus dapat bersinergi supaya kegiatan ekspor berjalan dengan lancar serta dapat meningkatkan devisa negara.

"Semoga kegiatan ekspor berjalan dengan lancar serta dapat meningkatkan devisa negara demi pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,"ucapnya.

Selain itu, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan, Situmorang menjelaskan bahwa sebelumnya pernah ada satu perusahaan yang tidak disebut namanya, meminta sertifikasi dan akan mengirim buah ke Vietnam. Diduga hanya komunikasi antar pengusaha. Ternyata buah yang dikirim adalah buah terlarang, sehingga hal tersebut merugikan eksportir.

Ia berharap agar para eksportir dan pelabuhan saling bekerjasama dan bahu-membahu demi mencapai kesuksesan. “Kalau kita bekerja sama tidak ada yang tidak dapat diselesaikan, mari bahu membahu agar ekpor Indonesia membawa devisa untuk rakyat Sumut,” ujar Situmorang.

Di samping itu, Kadin Sumut, Santri mengatakan, dirinya yakin dan percaya dengan adanya kerjasama dengan pihak-pihak pemerintah terkait dan perbankan, maka ekspor akan terus bergulir seiring berjalannya waktu.

(nat/Tribun-Medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved