Selalu Pakai Jimat yang Diyakini Membuatnya Kebal, Pria Ini Tewas Tertabrak Truk

Bicara hal yang berbau mistis memang tidak ada habisnya. Maklum saja, hal seperti itu banyak diminati orang.

Tayang:
Thaich8 News
Sanom Chantaraphirom, seorang lelaki berusia 58 tahun dari Thailand yang menjadi terkenal, karena tampil mengenakan baju Buddha, setiap saat 

TRIBUN-MEDAN.com - Bicara hal yang berbau mistis memang tidak ada habisnya.

Maklum saja, hal seperti itu banyak diminati orang.

Bagaimana tidak, menggunakan jimat diklaim memberikan perlindungan dan keberuntungan pada si pemakai.

Tapi tidak bagi pria satu ini.

Meski telah menggunakan berbagai jimat, dirinya tak mampu menghalau bahaya kecelakaan, hingga akhirnya mati.

Sanom Chantaraphirom, seorang lelaki berusia 58 tahun dari Thailand yang menjadi terkenal, karena tampil mengenakan baju Buddha, setiap saat.

Baju yang terdiri dari lusinan jimat Buddha yang sudah diberkati diklaim mampu untuk meningkatkan keberuntungannya.

Dan baru-baru ini, pria itu meninggal dalam kecelakaan mobil tragis dalam kecelakaan, meski sudah menggunakan jimat itu.

Chantaraphirom, seorang penganut agama Buddha taat, pertama kali menjadi berita utama di Thailand dua tahun lalu.

Saat itu beredar sebuah video menunjukkan dirinya yang mengenakan satu dari beberapa baju zirah Buddha di jalanan kota asalnya Sawaeng Ha, di Provinsi Ang Thong.

Video itu kemudian menjadi viral.

Para wartawan segera menghubunginya untuk wawancara.

Sanom merupakan seorang penarik becak ternyata sudah telah mengumpulkan ratusan jimat Buddha dari berbagai kuil di seluruh daerah.

Ia mengenakan baju besi seperti rantai yang lengkap dengan sebuah helm.

Jimat itu memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi.

Mulai berbahan plester, tulang, kayu, atau logam, dan terbungkus dalam plastik pelindung.

Diyakini bahwa mereka melindungi pemakainya dan meningkatkan keberuntungan mereka dalam berbagai aspek kehidupan.

Seperti pernikahan, kekayaan, kesehatan atau hubungan kasih.

Hampir setiap Buddha di Thailand memiliki setidaknya satu.

Tetapi Sanom Chantaraphirom mengenakan lusinan di atas pakaiannya, sebagai tanda dedikasinya terhadap agama Buddha.

Namun siapa sangka jimat itu tak mampu benar-benar melindunginya.

Dirinya baru-baru ini ditemukan meninggal karena kecelakaan, saat hendak pulang mengendarai becaknya.

Ia ditabrak truk yang tiba-tiba masuk.

Tetapi yang menarik perhatian orang dari kecelakaan itu adalah, Sanom saat itu mengenakan mengenakan baju jimat.

Penjual jimat tewas saat dagangannya dites calon pembeli

Seorang pedagang jimat jalanan di Thailand hampir tewas, setelah seorang biksu Budha menebas lehernya.

Insiden tersebut terjadi daerah China Town, Bangkok pada Jumat (18/1/2019).

Aksi penyerangan yang dilakukan oleh biksu tersebut untuk membuktikan bahwa jimat yang pria itu jual tidak memiliki kekuatan apa-apa.

Sebelum aksi penyerangan itu, keduanya sempat berdebat tentang kemampuan jimat tersebut.

Korban bernama Nai Atchawanit yang berusia 30 tahun, diketahui telah mengatakan kepada biksu Niwan Phrachakasem, bahwa kalung jimat yang ia jual memiliki kekuatan tinggi dan dapat menahan serangan.

 

Biksu tebas leher penjual jimat, untuk buktikan bahwa jimat itu berfungsi dengan baik
Biksu tebas leher penjual jimat, untuk buktikan bahwa jimat itu berfungsi dengan baik (Viral Press)

Biksu Niwan tidak percaya akan ucapan pria itu. Dan untuk membuktikan, dia mengeluarkan pisau sepanjang 12 inci miliknya, lalu menebas leher Atchawanit.

Dalam rekaman video yang beredar, pria penjual jimat itu terluka itu jatuh ke tanah dengan darah yang berceceran.

Seorang turis pemberani lalu datang dan membantu, agar pria itu tidak kehilangan banyak darah. Sementara biksu hanya berdiri dan melihat.

Turis itu terdengar meminta bantuan pada penduduk, namun mereka terlalu takut untuk campur tangan.

Polisi tiba di lokasi dan menangkap biksu.

Kepada polisi biksu menyampaikan bahwa korban lah yang memintanya untuk menikamnya, sekaligus untuk menguji kekuatan jimat yang dijualnya.

Petugas menahan Phrachakasem dalam tahanan, sambil menyelidiki lebih lanjut.

Letnan Jenderal Mitrak mengatakan korban menderika luka sepanjang 20 cm di kepalanya dan sebuah pisau besar ditemukan dari tempat kejadian.

 

Paramedics and police rushed to the scene to takeover from the brave efforts of the English-speaking bystander

Lokasi kejadian dikerumuni warga

“Saksi-saksi di tempat kejadian menggambarkan pertengkaran antara biarawan dan korban. Kami tidak tahu apakah penyerang itu adalah biksu sungguhan dan latar belakangnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan memeriksa CCTV dan menginterogasi kedua pihak untuk menemukan cerita lengkap dan menuntut pelaku.

 

Ini videonya:

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved