TRIBUNWIKI: Tiga Tempat Kuliner Unik di Kota Medan

Kebanyakkan tempat kuliner yang dikunjungi karena masakannya enak dan tempatnya yang sangat unik.

TRIBUNWIKI: Tiga Tempat Kuliner Unik di Kota Medan
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Suasana di Desadesa Resto di Jalan Setia Budi, Nomor 190/12, Medan, Kamis (21/3/2019). 

"Ya dahulu saya buka Butik, terus beralih ke usaha kuliner khas Sumatera Utara. Saya bangun cafe ini, dan saya masih pakai lahan orang tua. Lalu, pohon rambutan yang sudah ada dari dahulu di dalam bangunan rumah ini, tidak boleh diganggu gugat atau ditebang pernjanjiannya sama orang tua saya. Maka, saya biarin aja dan saya tambah bagunan di sampingnya dan jadi cafe rumah pohon. Pohon rambutannya masih hidup dan masih berbuah," ucapnya, Rabu (20/3).

Elisa juga mengatakan bahwa bangunan yang menjadi cafe sekarang, dan di dalamnya sudah ada pohon rambutan tua, merupakan bangunan terbuat dari papan meranti yang sudah ada sepuluh tahun lalu.  

Kemudian, Elisa yang latar belakangnya berpendidikan Tata Boga menyulap bangunan itu menjadi sebuah cafe yang berkonsep rumah pohon. begitu juga menawarkan nuansa alami, bersih dan asrih. 

Tidak hanya itu di cafe tersebut juga, Ia hiasi dengan pernak pernik di atas atapnya seperti daun-daun rindang, agar menimbulkan nuansa alami. Begitu juga dengan hiasan di dinding cafe tersebut terdapat haiasan pernak-pernik talam antik dengan tahun buatan yang berbeda-beda. 

Apa bila, pengunjung juga melihat ke ruangan AC, serta ruangan atas begitu juga di teras cafenya maka akan menemukan meja dari kaki mesin jahit dan ornamen-ornamen lampu antik, kaca antik, jam gantung antik, piring antik, ceret antik serta masih banyak yang antik dan buatan tahun yang berbeda-beda. 

"Ya saya memang sengaja meletak itu semua, karena saya juga jurusan tata boga jadi saya salurkan ilmu saya untuk mendekor cafe saya. Nanti bisa menemukan juga seperti di luar cafe ini, talam antik yang dibuat tahunnya beberda-beda, kalau ke dalam ruangan dekat kasir, nanti di situ bisa melihat rantang besar rantang zaman dahulu ya," katanya.

Kemudian, jika pengunjung naik ke atas lantai, maka akan melihat hiasan Ulos khas budaya Mandailing yang menghiasi dinding tangga. Apa bila sudah sampai di atas, maka pengunjung bisa melihat cabang-cabang pohon rambutan yang hidup dan bisa menikmati view alami seperti di hutan sambil menghabiskan makanan dan minuman yang dipesan. 

Jendela-jendela yang juga memperkuat konsep rumah pohon tesebut sangat indah menjadi spot berfoto. Begitu juga batang dan cabang pohon rambutannya yang menjalar di dalam rumah tersebut sangat indah juga menjadi spot foto. 

Selain menciptakan nuansa alami, sejuk dan asri seperti di hutan-hutan pinus. Cafe Rumah Pohon juga mengangkat menu andalan khas Sumatera Utara, terutama di khas kuliner suku Mandailing. Elisa juga mengatakan bahwa sudah sejak lama bercita-cita untuk mendirikan cafe dengan konsep alami dan menyediakan makanan khas daerah dan asal sukunya yaitu Mandailing.

"Ya konsep menunya juga selaras dengan konsep cafenya, seperti ada menu liwetan, pakai daun pisang disajikan makanan khas dari kami. Ya saya memang ingin menaikkan makanan tradisonalnya dan menekankan bahwa makanan kita halal. Ada menu andalan juga seperti Ayam Arsik khas Mandailing, dan dari daerah lain nasi goreng, lontong, Mi Sop, Khas jawa ayam goreng, dari minang ada rendang daging, nasional ya sop buntut, ada nasi bakar juga," ujarnya. 

Hal ini dikarenakan Elisa yang merupakan keturunan suku Mandailing dan Australia, memiliki keinginan mengangkat makanan tradisional ke kanca Nasional serta mempromosikan kuliner tradisonal agar muda-mudi bangga dengan kuliner Indonesia terutama Medan. 

"Saya begini ingin mempromosikan untuk anak muda mudi agar melek untuk melihat bahwa harus bangga terhadap kuliner khas Indonesia. Begitu juga sebagai anak Medan harus bangga memiliki makanan yang ada rempah andalimannya. Sebab hanya di Medan memiliki andaliman," katanya. 

Kalau, soal harga di Cafe Rumah Pohon sangat terjangkau dan tidak menguras kantong atau tambungan pengunjung. Selain tidak mahal makanan tradisionalnya juga sangat lezat, begitu juga dengan menu minuman andalannya. 

Jadi, bagi pengunjung tidak perlu ragu-ragu untuk datang ke Cafe Rumah Pohon. Dari tampilan depan saja kita sudah melihat bahwasanya untuk bersantai di Cafe Rumah Pohon ini sangat tenang dan ngobrol yang sangat nyaman untuk kegiatan apa saja. 

Elisa juga menambahkan bahwa pangsa pasar dari Cafe Rumah Pohon tersebut merupakan pangsa di kalangan keluarga, Ibu-Ibu arisan, dan acara Bapak-bapak yang sedang meeting bisnisnya. 

Tidak juga menutup bagi kaum muda-mudi di Kota Medan, Karena di Cafe Rumah Pohon ini nuansanya sangat bisa dibuat hubting di Media Sosial, juga tempatnya begitu bernuansa romantik serta spot Foto yang bisa dikategorikan banyak spotnya. 

Untuk setiap hari weekend di Cafe Rumah Pohon juga diramaikan oleh band dengan Sangre Akustik yang membuat pengunjung lebih menikmati nuansa alami di cafe terebut. Jadwal buka setiap harinya, Cafe Rumah Pohon buka pada pukul 08.00 WIB sampai tutup pukul 23.00 WIB. 

Kemudian yang tak ketinggalannya lagi di Cafe Rumah Pohon juga dapat untuk menyelenggara acara seperti Geetring, Acara Rapat, Seminar, Acara Arisan, Acara Keluarga, serta Acara Ulang Tahun. Untuk paket acara-acara tersebut juga sudah ada paket yang paling murah dan sampai paling terjangkau. 

Dalam hal untuk menuju akses tempat tersebut sangat mudah dan angkutan juga banyak yang menuju tempat tersebut. Begitu juga dengan Taxi Online serta Ojek Online. Masalah jalan tak harus bingung karena jalanya cukup mulusa dan juga begitu tempat parkirnya sangat luas, nyaman dan aman. 

Kalau berbicara pengunjung yang sudah berkunjung ke Cafe Rumah Pohon ini, ternyata tidak hanya dari pengunjung lokal saja. Dari luar kota juga sangat banyak berkunjung tempat ini, begitu juga dengan pengunjung dari Malaysia, Singapura, dan Eropa. Hal ini dikarenakan Cafe Rumah Pohon bekerjasama dengan Travel ternama di Kota Medan. 

Satu di antara pengunjung, Bovi menjelaskan bahwa Ia merupakan orang berusuku Mandailing yang tinggal di Pasaman Barat. Apa bila rindu makanan khas mandailing, Ia sering berkunjung ke Cafe Rumah Pohon. 

"Ya awak inikan orang perantauan di Medan ini dari Pasamana Barat, dan bersuku Mandailing. Jadi kalau rindu masakan khas Mandailing biasanya, awak sama teman-teman ke Cafe ini. Nuansanya sangat alami dan awak rasa cuma di sini la yang ada cafe yang berkonsep rumah pohon di Kota Medan,"pungkasnya. 

Begitu juga dengan Ibu Lina, sangat menyukai tempat Cafe Rumah Pohon karena tempatnya begitu asri, alami dan bersih serta makananya yang 100% halal.

"Ya saya sering mengajak keluarga saya kalau weekend ke mari, makan bareng, kebetulan saya suka makanan tradisonal juga suka dengan nuansa yang alami dari cafe ini. Tidak hanya itu aja makananya juga sangat enak dan mantap. Saya suka Ayam Arsik ya dan saya coba buat dirumah tidak seenak ini. sepertinya saya mau juga belajar sama kokinya, wajarla ibu ibu suka masak.

 
Caption: Owner Cafe Rumah Pohon, Elisa Pane denagn dua temannya sedang menikmati menu andalan Cafe Rumah Pohon, di Jalan Sei Belutu, Kota Medan, hari Kamis, (21/3/2019).
 
 Foto-foto: Tribun Medan/Achyar G

3.      Sosmed Cafe

Siapa yang tak kenal dengan Sosmed Cafe di Kota Medan, cafe yang sedang viral-viralnya di Kota Medan karena konsepnya. Cafe yang dikategorikan unik ini mengusung konsep ikon sosial media dan ikon-ikon travelling, serta ditemani dengan boneka-boneka lucu. Cafe ini terletak di Jalan Abdullah Lubis, Nomor 8, Kota Medan.

Awal mulanya Cafe ini berada di Jalan Teuku Umar, Kota Medan, kemudian pindah bulan September tanggal 21 tahun 2018 ke jalan Abdullah Lubis. SPV Sosmed Cafe, Rini menjelaskan bahwa konsep cafe tersebut utntuk saat ini lebih ke travelling dan itu terlihat dari dekorasi cafenya.

“Ya konsep kami untuk saat ini travelling serta tidak meninggalkan kosep sosial media juga bonek yang lucu-lucu. Bisa dilihat konsep travellingnya di ruangan cafe kami seperti ada kabin pesawat, lalu di ruangan belakang kami menyediakan ruangan seperti Bis kota, kemudian lanjut di lantai atas ada konesp Landon, konsep di Melbourne dengan rumah susunnya dan konsep faris seperti gantungkan gembok harapan. Ini dikarenakan saat ini isu travelling lagi naik daun maka kita sediakan konsep seperti ini,” ucapnya

Rini juga menambahkan bahwa adanya boneka-boneka itu merupakan konsep yang masih dipertahankan dikarenakan tidak ingin meninggalkan ikon boneka dari sosial media tersebut. Karena para pengunjung masih akrab bahwa di Sosmed Cafe itu terdapat boneka-boneka yang besar.

Untuk pangsa pasar cafe ini sendiri bertujuan pangsa pasar kaum milineal atau anak muda-mudi, walaupun begitu cafe ini sering juga dipakai arisan ibu-ibu. Di cafe ini juga pada pukul 20.00 WIB menyediakan Live Musik, jadi para pengunjung saat malam hari bisa menikmati musik berbagai sangre. Tak hanya konsep desain yang unik tetapi menu makanan dan minuman andalanya juga sangat unik di Sosmed Cafe.

“Ya kami punya menu makanan andalan, yaitu go green ayam muda, nasi lemak facebook, chicken steak Maryland, nasi campur twitter nasi tim instagram, kalau minuman ada jus nenek panjang umur, selain itu spooky Fog Drinks (minuman yang berasa), minuman Aqurium Nenek Moyangku,” katanya.

Dalam hal ini Sosmed Cafe membandrol harga yang sangat terjangkau dan tidak menguras tabungan serta kantong pengunjung. untuk askses menuju cafe tersebut juga sangat mudah, begitu juga dengan tempat parkir yang luas dan nyaman.

Sosmed Cafe ini juga sering dikunjungi oleh pengunjung (wisatawan) luar maupun lokal dan manca negara, seperti wisatwan Malaysia, Singapura dan Eropa. Kalau, luar kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota sekitar Medan.

Cafe ini dibuka pada pukul 11.00 Wib dan sampai tutup pukul 23.00 WIB, jika pada hari weekend tutup pada jam 24.00 WIB. Kalau soal pelayanan jagan ditanya lagi, pelayannya cukup ramah dan baik serta melayani dengan cepat karena pegawinya ada 45 orang dengan dibagi jam kerjanya.

Di Sosmed Cafe tak hanya ada makanan dan minum saja dan tempat spot-spot untuk berswafoto, tetapi pengunjung bisa belanja pakaian di Sosmed Cafe. Karena di Sosmed Cafe memiliki Etalase Butiqe yang menjual pakaian-pakain branded, dengan harga dari Rp 45 ribuan, sampai jutaan rupiah.

  

 
 
 
 
 
Foto-foto: Tribun Medan/Aqmarul Akhyar (Pengunjung Sosmed Cafe di Jalan Abdullah Lubis Kota medan, Kamis, (21/3/2019).
Nova inggriani sebagai SPV Etalase menjelaskan biasanya etalase tersebut ramai di waku weekend.


“Ya waktu weekend ramainya benlanja di sini, kadang tak tentu juga bisa hari-hari bias ramai. Kalau haraga dari 45 ribuan sampai jutaan juga ada,” ujaranya.


Dalam hal ini juga diungkapkan oleh satu di antara pengunjung Sosmed Cafe, Yolanda seorang pelajar menjelaskan bahwa ia sangat suka nongkrong di Sosmed Cafe.


“Ya saya suka di sini, karena tempatnya unik, terus banyak spot-spot fotonya. Makanan dan minumannya juga enak dan harganya sangat terjangkau la,” pungkasnya.

(cr22/Tribun-medan.com)
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved