Video: Warga Pinggir Sungai Menolak di Relokasi, karena di Tempat Baru Belum Tentu Hidup Layak

Relokasi ini dianggap satu-satunya cara untuk mengatasi masalah banjir yang sering kali terjadi pada saat hujan tiba.

Video: Warga Pinggir Sungai Menolak di Relokasi, karena di Tempat Baru Belum Tentu Hidup Layak
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Foto Ilustrasi: Banjir rendam rumah warga di bantaran sungai Deli, Minggu (3/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Pipit seorang warga Jalan Kejaksaan, tepatnya di pinggir sungai Lembah menolak untuk direlokasi.

Diketahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyusun rencana akan merelokasikan warga yang bertempat tinggal sepanjang bantaran sungai, Kamis (21/3/2019).

Relokasi ini dianggap satu-satunya cara untuk mengatasi masalah banjir yang sering kali terjadi pada saat hujan tiba.

Pipit mengaku, sebenarnya tidak mau juga tinggal dipinggir sungai, akan tetapi pemerintah lepas tangan dengan warga yang bertempat tinggal di daerah tersebut.

Menurutnya, jika relokasi jadi dilakukan, berikan tempat yang layak untuk dihuni, dan jaraknya jangan terlalu jauh dari kota.

"Kalau memang bagus jalanya kami warga siap sedia untuk direlokasikan pemerintah, tapi bantulah jalan hidup kami biar bagus, kami pun gak mau tinggal di sini dengan kehidupan begini. Siapa sih hidup tidak layak begini," kata wanita yang sudah menetap berpuluh-puluh tahun di lokasi ini.

Pemerintah mengupayakan untuk merelokasi warga yang menetap tinggal dipinggir sungai, karena beralasan rawan terjadinya banjir.

Kemudian, pemerintah juga menyampaikan, warga yang tinggal di bantaran sungai pastinya membuang sampahnya berdampak mengakibatkan banjir.

Lalu, Pipit mengatakan, sungai Lembah ini sebenarnya bersih, akan tetapi masyarakat yang melintas di Jalan Kejaksaan ini banyak yang ketahuan membuang sampah.

"Bantaran sungai ini sebenarnya bersih, akan tetapi banyak warga yang melintas sering membuang sampah kemari," kata dia. Selama ini, sampah yang diproduksi oleh warga dikumpulin, kemudian dibakar tepat pinggir sungai.

Jadi, kata Pipit tidak semua pastinya membuang sampah ke sungai, masih ada yang mempunyai itikad baik dengan membakar sampahnya.

"Kalau sampah kami kumpulin dan kami bakar lah, bukan warga sini yang buang warga sini," katanya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved