Warga Stungkit Pasang Baliho 'Sindiran' Maraknya Peredaran Narkoba di Desa

Warga pun mendirikan baleho satir bertuliskan Selamat Datang di Balon Desa Narkoba.

Warga Stungkit Pasang Baliho 'Sindiran' Maraknya Peredaran Narkoba di Desa
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Warga Desa Stungkit Kecamatan Wampu protes atas peredaran narkotika yang marak hingga ke pedesaan, Kamis (21/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Warga Desa Stungkit Kecamatan Wampu melakukan aksi protes atas peredaran narkotika yang marak hingga ke daerah pedesaan.

Warga pun mendirikan baleho satir bertuliskan Selamat Datang di Balon Desa Narkoba, Kamis (21/3/2019)

Warga secara gotong royong mendirikan baleho sebagai bentuk keresahan dan geram dengan minimnya tindakan Satres Narkoba Polres Langkat. Warga khawatir dan cemas selama ini peredaran narkoba kian hari semakin marak merusak mental orang tua hingga generasi muda.

"Narkoba merusak warga hingga anak muda kampung kami. Kami mohon kepada aparat Penegak hukum untuk menindak tegas para bandar narkoba di kampung kami. Sekitar 60 persen pelajar sudah pemakai narkoba. Kalau terus dibiarkan, maka rusak generasi muda di Kampung kami," kata Iden saat sedang bersama puluhan masyarakat mendirikan baleho.

Bagi warga, didirikannya spanduk ini dapat membuka mata Pemerintah Kabupaten Langkat, khususnya penegak hukum Polres Langkat. Baliho ini juga diharapkan bisa membikin malu para pemakai hingga pengedar narkoba di desa.

"Kami minta Pemkab dan Polres buka mata soal narkoba di daerah desa. Kami sudah sangat resah, mana katanya pemberantasan narkoba? Tolong, jangan ada tebang pilihan dalam pemberantasannya?" tegas warga.

Agus, menegaskan, mewakili masyarakat Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, khususnya dan Indonesia pada ymumnya, dengan tegas akan memerangi adanya peredaran narkoba. Waega minta aparat yang berwenang untuk menangkap para bandar narkoba yang meracuni anak-anak mereka.

"Kami ingin negara kita maju dan bebas dari narkoba. Narkoba perusak generasi muda dan merongrong negara. Dengan dipasangnya spanduk ini, kami sepakat bahwa tidak ada tempat lagi untuk narkoba di kampung kami," katanya.

Warga lain, M Zaid P Lubis angkat bicara. Dikatakanya, jika indikasi peredaran narkoba di kalangan masyarakat bukan sekedar sinyal awas, tetapi sudah dalam tingkat waspada. Meskipun di kalangan masyarakat luas sudah berulang kali meminta ke pemerintah dan penegak hukum untuk lebih progresif penindakan dan pencegahannya.

"Sejauh ini hasil yang dilakukan oleh penegak hukum dan elemen masyarakat kurang cukup memuaskan. Tentunya permasalahan ini sudah sangat krusial dan sangat-sangat perlu diwaspadai," kata dia.

"Seolah-olah bahaya narkoba yang semakin masif ini terus berlangsung dan penegak hukum kita hanya mampu menangkap sebatas pengedar sepat dan teri saja. Masyarakat semakin tidak percaya dengan upaya pemberantasan dari pemerintah dan penegak hukum," tukasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved