Dituding Kampanyekan LGBT, Ini Klarifikasi Pimpinan Umum Pers Mahasiswa Universitas Sumatera Utara

Mahasiswi semester 6 Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU) ini hanya mencoba mengembangkan bakat menulisnya

Dituding Kampanyekan LGBT, Ini Klarifikasi Pimpinan Umum Pers Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Suasana di depan sekretariat Suara USU. 

TRIBUN-MEDAN.com-Yael Stefany tidak pernah menyangka cerita pendek (cerpen) karyanya yang berjudul Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya, yang dimuat di website Suarausu.co menimbulkan kontroversi.

Padahal mahasiswi semester 6 Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU) ini hanya mencoba mengembangkan bakat menulisnya.

“Sebenarnya kan ini cerpen dan ini adalah karya sastra, tidak ada maksud mengkampanyekan LGBT,” ujar Yael kepada Tribun, Jumat (22/3/2019).

Mahasiswi yang sudah bergabung di Suara USU selama tiga tahun ini menuturkan, hanya ingin memberikan pesan bahwa kita tidak boleh diskriminasi dengan golongan minoritas, contohnya LGBT.

“Apalagi ditambah ini adalah karya fiksi, menurut saya tidak ada yang salah di cerpen itu. Kalau dibilang menyalahi aturan, aturan yang mana? Cerpen adalah satra dan satra itu bebas, murni imajinasi dan kreasi penulis,” tuturnya.

Gadis berusia 22 tahun tersebut menjelaskan, cerpen tersebut telah naik di website Suara USU pada tanggal 12 Maret lalu, kemudian di tanggal 18 Maret 2019 cerpen tersebut dipromosikan melalui instagram Suara USU.

“Jadi sebelum dipromosiin di intagram, sudah naik sebenarnya di web dan waktu cerpen naik di web sebenarnya tidak ada kegaduhan dan tidak ada komentar pedas dan semacamnya. Nah setelah diposting di instagram 18 Maret muncul komentar netizen yang marah,” jelasnya.

Hore! Senin Depan Pemain PSMS Mulai Tandatangani Surat Kontrak dan Mulai Program Latihan

Hadirkan Harcilnas Adira Finance Lunasi Cicilan 1000 Konsumennya

Ia menerangkan, kegaduhan terjadi karena netizen mempermasalahkan ilustrasi mulai dari foto hingga lead yang diposting di instagram tersebut.

“Di ilustrasi cerpen itu ada gambar wanita dengan rambut berwarna-warni seperti pelangi yang mirip seperti logo LGBT. Itu juga dikecam dan mereka langsung bilang ilustrasinya sudah pro LGBT,” terangnya.

Detik-detik Jenazah Brimob yang Tewas di Papua Tiba di Rumah Duka, Keluarga Histeris. .

Pengadilan Negeri Medan Bersolek Jelang Kedatangan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali

Ia mengungkapkan, kemudian dalam ilustrasi tersebut ada kalimat “Apa Salahnya, Bedanya Aku Gak Suka Laki-Laki Tapi Aku Suka Perempuan Walau Sebenarnya Aku Perempuan” dan kalimat tersebut membuat netizen menuduh bahwa Suara USU pro LGBT.

Halaman
123
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved