Breaking News:

Jhony dan Stefan Tewas, Keluarga Minta Polisi Mengulangi Rekonstruksi Langsung di Kampus Unimed

Kami dari pihak keluarga meminta agar petugas mengulangi rekontruksi ini. Kami menilai ini tidak sesuai dengan video

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Rekonstruksi - Keluarga korban tidak terima dengan kelakuan para pelaku penganiaya Jhony dan Stefan yang berujung tewas, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Puluhan orang dari kedua korban penganiayaan menyaksikan proses rekonstruksi yang dilakukan oleh petugas Satreskrim Polrestabes Medan, Jumat (22/3/2019).

Pihak keluarga yang memadati lokasi rekontruksi di lantai dua Satreskrim Polrestabes Medan mulai terpancing emosi saat menyaksikan adegan per adegan berlangsung.

Pantauan Tribun Medan di lokasi, pihak keluarga terus mengucapkan kata-kata tidak terima atas perlakuan para pelaku terhadap korban.

"Mana adegan yang diinjak-injak pak," ucap keluarga.

Saat reka adegan berlangsung, petugas menggeluarkan empat pelaku dan dipasangi bet 'Tersangka Satpam'.

Bertatapan langsung dengan para pelaku, membuat keluarga korban mulai terpancing emosi.

Romanti Limbong (55) ibunda Jhony Fernando Silalahi (korban) yang ditemui disela-sela reka adegan meminta agar pihak kepolisian mengulang kembali rekonstruksi.

"Kami dari pihak keluarga meminta agar petugas mengulangi rekontruksi ini. Kami menilai ini tidak sesuai dengan video," katanya.

Salah seorang kakak kandung Jhony yang juga turut menyaksikan proses rekonstruksi, sembari menangis ia mengatakan, kami mau diulangi.

"Itu adek ku sudah mati. Polisi kenapa tidak menangkap tujuh lagi, kenapa ditutupi, kenapa. Kalau muncul di tv kan bisa dilihat dan bisa dicari siapa-siapa pelakunya," katanya sembari mengeluarkan air mata.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved