Ketua Forum Kiyai Muda Sumut: Pemilu Itu Pesta Bukan Peperangan

Machfoedz juga mengingatkan organisasi-organisasi terlarang yang memanfaatkan momentum pemilu demi kepentingan ideologisnya.

(Tribun-Medan.com/Domu D Ambarita)
Ketua Forum Kiai Muda Sumatera Utara Machfoedz Siddiq Muslih saat berkunjung ke redaksi Tribun-Medan.com di Jalan Wahid Hasyim, Medan, Senin (12/6/2017). (Tribun-Medan.com/Domu D Ambarita) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Forum Kiyai Muda Sumut, Machfoedz Siddiq Muslih mengatakan sebagian orang salah kaprah dalam memahami pemilihan umum (pemilu).

Machfoedz mengatakan tidak sedikit orang menganggap pemilu bukan sebagai pesta demokrasi yang harus dijalankan secara sukaria melainkan sebagai peperangan.

"Banyak orang yang putus silaturahmi karena pemilu, tidak saling berbicara karena beda pilihan di pengajian, ini sangat memprihatinkan," ujarnya, Jumat (22/3/2019).

Menurut Machfoedz bila ada segelintir tokoh agama yang menggunakan kalimat-kalimat yang memprovokasi, masyarakat seharusnya tidak menghiraukan.

Tak hanya itu, Machfoedz juga mengingatkan organisasi-organisasi terlarang yang memanfaatkan momentum pemilu demi kepentingan ideologisnya.

"Seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan, namun orang-orangnya berlindung di belakang partai politik. Para elit parpol juga harus menyadari hal ini," katanya.

Menurutnya, organisasi-organisasi radikal hanya memakai pemilu sebagai batu lompatan untuk tujuan sebenarnya.

"Tujuan mereka bukan memenangkan pemilu ini melainkan ingin mengganti sistem ketatanegaraan kita," jelasnya.

Machfoedz juga menjelaskan pihaknya saat ini turun ke lapangan guna melakukan sosialisasi di masyarakat terkait pemilu damai yang menyejukkan.

"Saya berharap kita bisa melewati pesta demokrasi ini dengan tenteram tidak saling membenci," pungkasnya.

(gov/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved