Putrinya Tak Mau Menikah Sebelum Dia Keluar Penjara, Terdakwa Koruptor Minta Hukumannya Diringankan

Ia bahkan menuturkan latar belakang partainya yang merupakan partai pemerintahan memudahkannya untuk membangun listrik di desa.

Putrinya Tak Mau Menikah Sebelum Dia Keluar Penjara, Terdakwa Koruptor Minta Hukumannya Diringankan
DANIL SIREGAR
Bupati nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap (tengah) menangis seusai menjalani persidangan, di Pengadilan Negeri, Medan, Kamis (13/12). Agenda sidang bacaan dakwaan, Pangonal ditahan KPK akibat kasus penerimaan fee proyek di lingkungan pemerintah daerah Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

"Saya juga telah melakukan terobosan yang penting untuk Labuhan Batu yang sebelumnya belum pernah ada disini, yang pertama dengan dibukanya ULP Rantauprapat Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai. Jadi pengurusan pasport sudah bisa disana dan mempermudah imigrasi. Bahkan saya juga telah mengirimkan 20 keluarga setiap tahunnya untuk umroh setelah adanya ULP ini," terangnya.

Ia bahkan menuturkan latar belakang partainya yang merupakan partai pemerintahan memudahkannya untuk membangun listrik di desa.

"Saya juga telah memberikan pasar tradisonal kepada para masyarakat. Dulunya masih banyak desa tidak ada listrik dan saya upayakan supaya seluruhnya memiliki listrik. Saya mengusulkan pada pemerintah pusat berhubung partai saya ada di pemerintahan jadi tidak susah," tambahnya.

Lebih lanjut ia telah membangun rumah sakit hingga berlantai 4 di Labuhanbatu yang tak pernah ada sebelumnya.

"Saya juga sudah membangun rumah sakit yang sudah bertingkat 4, memberikan siswa sd dan smp baju, celana hingga sepatunya. Juga mengalirkan air dari gunung, untuk masayarkat dan Memberikan besasiswa kepada 5 orang siswa tiap tahun," tegasnya.

Pangonal tak dapat menahan tangis usai membaca nota pembelaan yang sudah berjalan 6 menit tersebut.

Baca: Dokter Kazuhiro Horikawa Berikan Tips Cara Mudah Terhindar dari Diabetes

Baca: Susi Pudjiastuti Blakblakan Sasar Sandiaga Uno: Pemimpin Tak Punya Visi Keberlanjutan, NO WAY

Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap yang juga terdakwa kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, berjalan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/3/2019). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pangonal Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 250 subsider empat bulan.
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap yang juga terdakwa kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, berjalan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/3/2019). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pangonal Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 250 subsider empat bulan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Ia menambahkan bahwa kondisi dirinya saat ini berdama pak bagi istri dan anak-anaknya, bahkan anak perempuannya tak ingin menggelar resepsi pernikahan sebelum Pangonal keluar dari penjara.

"Sebagai kepala keluarga, saya menyadari bahwa anak-anak saya butuh bimbingan, bahkan anak perempuan saya selalu menemani saya yang menandakan dia tidak mau menikah sebelum saya keluar dari penjara. Saya menyadari saya bersalah, kiranya majelis hakim meringankan hukman saya, demikian yang dapat saya sampaikan terimakasih," pungkasnya.

Bahkan, seusai sidang pemandangan tak biasa juga terjadi dimana Pangonal tampak mencium tangan Jaksa KPK Mayhardi Indra Putra.

Indra tampak kebingungan atas perlakuan sangat sopan yang tak biasa ditunjukkan kepala daerah tersebut.

Lalu ia melanjutkan menyalami ketiga majelis hakim, dan lalu memeluk ketua kuasa hukumnya dengan penuh haru.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved