Wisatawan Ogah ke Haranggaol karena Bau, Kadis Pariwisata Simalungun Sebut karena Minim Spot Menarik

Bahkan, Pahala mengaku tingkat kunjungan wisatawan ke Haranggaol jauh sedikit dari sisi Danau Toba yang ada di Kabupaten Simalungun.

Wisatawan Ogah ke Haranggaol karena Bau, Kadis Pariwisata Simalungun Sebut karena Minim Spot Menarik
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Pengunjung sedang memandang Danau Toba yang diselimuti keramba jaring apung di Kecamatan Haranggaol Kabupaten Simalungun, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun Pahala Sinaga tidak menampik dengan kondisi Danau Toba Haranggaol yang dipenuhi Keramba Jaring Apung (KJA) dan berbau busuk bangkai ikan mengurangi minat pengunjung.

Bahkan, Pahala mengaku tingkat kunjungan wisatawan ke Haranggaol jauh sedikit dari sisi Danau Toba yang ada di Kabupaten Simalungun.

Saat dihubungi via seluler Kamis (21/3/2019), Pahala mengatakan Haranggaol tidak memiliki spot menarik sehingga tidak memancing minat wisatawan ke lokasi itu.

Ia membandingkan dengan Parapat dan Bukit Indah Simanjarunjung (BIS). Saat disinggung penyebabnya KJA, Pahala mengatakan tidak tahu.

"Kalau di BIS ada yang dilihat. Kalau Haranggaol jauh ke bawah lagi (sehingga sedikit pengunjung)," ujarnya.

Pahala sempat melemparkan masalah bau busuk yang diduga dari keramba jaring apung (KJA), ikan mati dan pakan ikan (pelet) ke Dinas Pertanian dan Perikanan. Ia menilai sudah beberapa kali mengingatkan dinas itu untuk mengurangi KJA untuk peningkatan pariwisata.

Pahala menyebutkan untuk mengurangi KJA dilakukan secara bertahap. Menurutnya, Pemkab Simalungun terbatas dalam mengaplikasikan pengurangan KJA.

Aroma Busuk KJA Haranggaol Ganggu Kenyamanan Wisatawan Danau Toba, Camat Pasrah:Gimanalah Aku Bilang

2 Tahun Diselingkuhi Oknum Polisi, Suami Dianggap Penghalang Dibunuh, Rencana Sadis Istri & Kekasih

Bacaan Niat dan Berbuka Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab ke-14, Puasa Sunah Tiga Hari Berturut

 Jangan Simpan di Kulkas, 5 Jenis Makanan Ini Lebih Tahan Lama bila Disimpan dalam Suhu Ruang

"Pada prinsipnya kita ingin meningkatkan kawasan Danau Toba. kita utamakan. Bertahap dia. kita kan terbatas juga. Kita sedang progres (mengurangi KJA). Gak bisa langsung kita bersihkan," katanya.

Pahala juga menyebutkan keberadaan keramba berhubungan erat dengan faktor ekonomi masyarakat. Diketahui, pengunjung merasa risih dengan bau busuk yang menguap di Danau Toba Haranggaol.

Pengunjung juga merasa kelestarian Danau Toba telah tercemar dengan berbarisnya keramba. Apalagi, di Danau Toba Haranggaol merupakan lokasi yang sangat banyak keramba.

Para warga desa Bandar Purba, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun saat bergotong royong membersihkan bangkai ikan yang mati di KJA, Selasa (3/4/2015)
Para warga desa Bandar Purba, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun saat bergotong royong membersihkan bangkai ikan yang mati di KJA, Selasa (3/4/2015) (Tribun Medan/Royandi Hutasoit)

BERITA PERSIB - Kabar Persib Bandung Pemain Baru Korsel & Syafril Lestaluhu, Ini Kata Umuh Muchtar

Terbongkar Aksi Bejat Oknum Guru Olahraga Cabul, Lakukan ke 6 Murid, Terakhir saat Ganti Pakaian

Rianti Cartwright Putuskan Bakal Jalani Program Bayi Tabung setelah 9 Tahun Menikah

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved