Pilpres 2019

BABAK BARU Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf,Ulik Penyebab Turun hingga Eva Sundari Beber Undecided Voters

Elektabilitas pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami kenaikan 4,7 persen, dari 32,7 persen menjadi 37,4 persen.

BABAK BARU Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf,Ulik Penyebab Turun hingga Eva Sundari Beber Undecided Voters
KOMPAS.com/Indra Akuntono
BABAK BARU Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf,Ulik Penyebab Turun hingga Eva Sundari Beber Undecided Voters 

BABAK BARU Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf,Ulik Penyebab Turun hingga Eva Sundari Beber Undecided Voters  

TRIBUN-MEDAN.COM - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Eva Kusuma Sundari menilai penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebabkan karena perilaku warga yang belum menentukan pilihan (undecided voter).  

"Kalau undecided voternya terbuka, Jokowi naik. Nah kalau undecided voters-nya itu enggak mau jawab dan ngomong rahasia, itu Pak Jokowi rendah," kata Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Jumat (22/3/2019).

Hal ini disampaikan Eva Kusuma Sundari menyikapi hasil survei Litbang Kompas 22 Februari-5 Maret 2019 yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf turun 3,4 persen dalam waktu enam bulan.

Pasangan petahana yang semula dipilih oleh 52,6 persen responden di Oktober 2018, kini elektabilitasnya tinggal 49,2 persen.

Baca: Sadis Cemburu Kakek, Istri Siri Dibacok Pakai Golok Membabi-buta, Korban Bersimbah Darah Jari Putus

Baca: Cara Mudah Menyadap Whatsapp (WA) Pasangan via Smartphone, Simak Langkah-langkahnya

Baca: Viral Foto Anggota TNI Tidur Berbagai Gaya Posisi di Ranting Pohon Hutan Papua Hindari Binatang Buas

Di rentang waktu yang sama, elektabilitas pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami kenaikan 4,7 persen, dari 32,7 persen menjadi 37,4 persen.

Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan No JUrut 2, Prabowo Subianto mengambil undian pertanyaan saat Debat Kedua Calon Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan No JUrut 2, Prabowo Subianto mengambil undian pertanyaan saat Debat Kedua Calon Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Selisih suara antara kedua pasangan menyempit menjadi 11,8 persen. Adapun responden yang merahasiakan jawabannya sebesar 13,4 persen.

Baca: Viral Foto Anggota TNI Tidur Berbagai Gaya Posisi di Ranting Pohon Hutan Papua Hindari Binatang Buas

Baca: KABAR DUKA - Seknas Presiden Jokowi M Yamin Meninggal, Ucapan Duka Andi Arief hingga Rizal Ramli

Menurut Eva Kusuma Sundari, jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas memiliki kemiripan dengan survei "Polmark", lembaga survei milik Eep Saifullah Fatah.

Pada survei itu, angka undecided voter juga cukup tinggi.

"Di riset-riset yang undecided voternya kecil itu Jokowi selalu perolehannya di atas 50 persen, bahkan sampai ada yang 58 persen. Itu ada ada di tujuh atau delapan lembaga survei. Tapi di dua riset, risetnya Eep dan Kompas itu Jokowi di sekitar 50-an persen saja. Ternyata undecided voters-nya tinggi," kata Eva.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved