Kemenkes RI Sebut Serum Anti Rabies Selalu Disuplai Rutin ke Seluruh Indonesia

Dr Siti Nadia mengatakan, bahwa vaksin Anti rabies akan diberikan jika Provinsi atau Kabupaten/kota memintanya.

Kemenkes RI Sebut Serum Anti Rabies Selalu Disuplai Rutin ke Seluruh Indonesia
Shutterstock
Ilustrasi penyakit rabies 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Direktur Pencegah dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tular Vektor dan Zonotik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dr Siti Nadia mengatakan, bahwa vaksin Anti rabies akan diberikan jika Provinsi atau Kabupaten/kota memintanya.

Selama ini Kemenkes sudah menyuplai vaksin Anti rabies kepada seluruh Provinsi di Indonesia. 

Akan tetapi, jumlah yang diberikan tidak bisa terlalu banyak, setidaknya berapa banyak yang dimintakan. Dikarenakan, vaksin tersebut tidak bisa disimpan terlalu lama karena ada batas waktu kadaluarsanya.

Nadia mengatakan, seharunya provinsi lebih aktif untuk selalu berkoordinasi dengan pusat, artinya setiap jumlah meningkat dapat segera dimintakan serum vaksin anti rabies.

"Kalau jumlah vaksin seharunya dimintakan, kami tidak langsung ke kabupaten/kota untuk memberikannya. Kekurangan vaksin ini terjadi biasanya karena satu daerah mengalami peningkatan akibat gigitan ini," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Sabtu (23/3/2019).

Dirinya tidak mengetahui bahwa kejadian gigitan hewan yang mengakibatkan tertular penyakit rabies dapat meningkat. Seharunya Dinas Kesehatan Kabupaten/kota meminta vaksin jika temuan gigitan banyak.

"Kita gak tau, kalau hanya minta sedikit tetapi gigitan terjadi banyak," katanya.

Menurutnya, selama ini pemerintah pusat selalu menyuplai vaksin anti rabies ini ke seluruh informasi. Nadia juga mengatakan, pastinya ada stok tiap-tiap daerah, tapi dirinya mengakui pemberian vaksin tidak bisa dalam jumlah banyak, karena memiliki waktu simpan.

"Kalau stok ada, tapi terantungkan gak bisa banyak karena nanti kalau disimpan terlalu lama nanti kadaluarsa kan," ujarnya.

Ia tidak mengetahui secara jelas berapa banyak penyakit ini terjadi di Sumut, dikenakan tidak berapa dikantor.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved