Sahrul Ahmad Ngamuk Lalu Bacok Tiga Orang Secara Membabi Buta, Dikenal Tempramental

Tragedi pembacokan yang terjadi di Jalan Willem Iskandar, Gang Hawa No 40, Percut Seituan, sekitar pukul 13.00 WIB

Sahrul Ahmad Ngamuk Lalu Bacok Tiga Orang Secara Membabi Buta, Dikenal Tempramental
Istimewa
Korban penganiayaan sekarang berada di RS Haji untuk mendapat perawatan, Sabtu (23/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tragedi pembacokan yang terjadi di Jalan Willem Iskandar, Gang Hawa No 40, Percut Seituan, sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (23/3/2019) yang dilakukan pelaku bernama Sahrul Ahmad ternyata bertujuan mencari mantan istri bernama Dina. 

Pernyataan ini dikemukakan Dina saat ditemui di Polsek Percut Seituan. Perempuan berambut sebahu ini merupakan mantan istri Sahrul Ahmad sekitar empat tahun silam. 

Pada saat kejadian, menurut cerita Dina, pelaku berteriak-teriak memanggil namanya dari luar lalu masuk ke rumah. 

Dina yang saat itu sedang berada di rumah milik korban bernama Ngatimi, kemudian panik dan melarikan diri.

"Dia datang marah-marah waktu Ibu (Ngatimi) baca Alquran. Apanya kau Rul, aku lagi baca Alquran," kata Dina mengisahkan sebelum pelaku menghujamkan parang dan pisau membabi buta. 

Dina, mantan istri Sahrul terduduk lesu di Mapolsek Percuk Seituan setelah Sahrul membantai ibu dan dua adiknya, Sabtu (23/3/2019)
Dina, mantan istri Sahrul terduduk lesu di Mapolsek Percuk Seituan setelah Sahrul membantai ibu dan dua adiknya, Sabtu (23/3/2019) (tribun medan/aziz)

"Dia sebenarnya ngejar saya, tapi enggak tahu kenapa ibu dipegangnya. Saya lari dari rumah ibu cari jalan keluar," ucapnya lagi. 

Lebih lanjut, Dina mengatakan, Ngatimi bersimbah darah dan korban lainnya bernama Riki Prapanca dan Paramita Susanti juga demikian. 

Ketiga korban saat ini dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan. 

Sebelum pembacokan terjadi, Dina pernah mendapat ancaman dari pelaku pada Rabu (20/3/2019) lalu. 

Saat itu, pelaku tidak berhasil menemui Dina.

"Rabu kemarin dia (Sahrul) pernah ada datang, kebetulan saya enggak di rumah. Dia jumpa sama adik. Waktu itu dia bilang, pisau untuk saya, parang untuk suami saya," ucapnya. 

Selama menjadi istri Sahrul, Dina mengaku sering mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga oleh mantan suaminya itu. 

"Saya memang udah cerai selama dua tahun. Saya istri yang ketiga dan yang saya tahu dia tempramental sama istri-istrinya. Pernah yang terakhir, sudah pisah pun dari talaknya dia pernah mukuli membabi buta sampai tubuh saya lebam-lebam," ujarnya. 

(ase/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved