Yusuf Disebut BNN Sebagai Otak Pengendali Peredaran Sabu 20 Kg yang Sudah Disita

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu

Yusuf Disebut BNN Sebagai Otak Pengendali Peredaran Sabu 20 Kg yang Sudah Disita
dokumen BNN
BNN saat sita 20 Kg Sabu Jaringan Malaysia dari 2 tersangka di dua lokasi berbeda di Jabar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggagalkan peredaran narkoba di Indonesia. 

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari  mengatakan pihaknya kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu ke wilayah Indonesia. 

Ia mengatakan kali ini pihaknya menggagalkan 20 KG narkotika jenis sabu-sabu dari jaringan Malaysia, Sumatra dan Jawa.

Dalam penangkapan ini, kata Arman, pihaknya mengamankan dua tersangka masing-masing Yusuf dan Jacky.

Ia mengaku, penangkapan ini dilakukan di dua lokasi berbeda.

Yakni, pada Sabtu (23/3/2019) sekitar pukul 15.30 WIB, petugas menangkap Jacky dengan barang bukti 10 Kg sabu di Jalan Baru Plenongan, Kelurahan Rangkapan Jaya Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB, petugas menangkap Yusuf beserta 10 Kg sabu di warung miliknya di Jalan Serua Raya Bojongsari, Kota Depok.

"Di sini, Yusuf berperan sebagai pengendali,"ujarnya.

Setelah Ditangkap Polisi, Toko Kelontong Milik Yusuf di Depok Dipasang Garis Polisi

Toko kelontong menjual sabu. Saat ditangkap, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 10 kilogram/Warta Kota/Gopis Simatupang. 

Masih dikatakan Arman Depari, penangkapan ini berawal pascapihaknya mendapat informasi dari masyarakat akan ada transaksi narkotika di wilayah depok.

Halaman
1234
Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved