Breaking News:

Musa Rajeckshah Semangati Pelajar SMK 10 Medan yang Ikuti Ujian Nasional: Harus Benar-benar Ujiannya

SMK 10 memiliki empat program studi keahlian. Di antaranya program studi keahlian Tata Boga, Tata Kecantikan, Tata Boga, Tata Busana dan Multimedia.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/Istimewa
Musa Rajeckshah Semangati Pelajar SMK 10 Medan yang Ikuti Ujian Nasional: Harus Benar-benar Ujiannya. Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah saat melakukan pemantauan UNBK di SMK 10 Medan. 

Musa Rajeckshah Semangati Pelajar SMK 10 Medan yang Ikuti Ujian Nasional: Harus Benar-benar Ujiannya

TRIBUN-MEDAN.com- Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajeckshah atau yang akrab disapa Ijeck melakukan pemantauan Ujian Nasional Berbasis Komputer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 10 Medan, Jalan Teuku Cik Ditiro No 57, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (25/3/2019).

SMK 10 dikenal sebagai sekolah kejuruan yang memiliki empat program studi keahlian. Di antaranya program studi keahlian Tata Boga, Tata Kecantikan, Tata Busana, Multimedia.

Usai upacara bendera, sekitar pukul 07.15 WIB Ijeck datang. Beberapa siswa yang mau masuk kelas untuk mengikuti UNBK sempat menyalami Ijeck.

Mengenakan pakaian dinas berwarna cokelat, Ijeck menyalami satu persatu siswa sebelum masuk kelas.

Terlihat Wagubsu memantau beberapa ruangan kelas menjelang UNBK. Saat Ijeck masuk ke salah satu ruang UNBK, para guru dan siswa menyambut Ijeck dengan hangat. Ijeck sempat berinteraksi dan bertanya kepada siswa.

"Ini sudah paham semua ya. Harus benar-benar ya isi ujiannya," ucap Ijeck.

Dalam kunjungan itu, ada sekitar 3 kelas yang ditinjau oleh Ijeck. Sebelum UNBK dimulai pada pukul 08.00 WIB.

"Pelaksanaan UNBK ini harus betul-betul mencermati dalam mengisi isian sesuai aturan cara mengisi berbasis komputer, karena hasil dari ujian ini menjadi penentu hasil ujian di Sumut," kata Ijeck.

VIDEO: Kreatifitas Warga Medan Buat Puluhan Mural untuk Sosialisasikan Pemilu

Akhyar: Kami Mohon Warga Jangan Buang Sampah ke Parit dan Sungai Lagi

Diego Maradona Marah Besar Lihat Argentina Dibantai Venezuela, Sebut Bagaikan Menonton Film Horor

"Artinya tidak ada lagi peran guru disini karena ini terpusat di server Kementrian bahkan tidak ada lagi peran sekolah maupun Dinas Provinsi. Kita berharap kelulusan di atas 97 persen bahkan 100 persen lulus," sambungnya.

Ijeck menjelaskan bahwa setelah lulus mengenyam pendidikan SMK, ia berharap anak-anak dapat melanjutkan pendidikan ke universitas serta mendapatkan pekerjaan yang baik. Maka dari itu, Ijeck datang untuk menyemangati seluruh peserta UNBK SMK di seluruh Sumatera Utara.

"Saya ucapkan selamat ujian kepada anak-anak kami di seluruh Sumatera Utara, semoga apa yang sudah ananda siapkan untuk ujian ini, Insya Allah berhasil sesuai hasil yang diharapkan," ucap Ijeck memberikan semangat kepada para siswa.

Mourinho Kritik Klopp dan Pochettino karena Tak Mampu Persembahkan Gelar: Apa Gunanya Main Bagus?

Modal Uang Amplop Kondangan, Pasangan ini Sukses Bangun Bisnis Omset Ratusan Juta

Terkait masih ada sekolah di Sumatera Utara yang melaksanakan ujian dengan kertas dan pensil atau tidak berbasis komputer, Ijeck mengatakan belum 100 persen karena persoalan peralatan namun sudah 97 persen untuk berbasis komputer di Sumatera Utara.

"Ini merupakan hal yang sudah baik. Saya berjanji akan mengupayakan kedepannya akan 100 persen sekolah di Sumut terlaksana UNBK," harap Ijeck.

Informasi yang dihimpun, menurut data yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Arsyad Lubis mengatakan untuk SMK di Sumut 2019 diikuti 940 SMK terdiri dari 249 SMK Negeri , 691 SMK Swasta dengan jumlah peserta 9226 siswa.

Sedangkan yang tidak berbasis komputer hanya tinggal 25 sekolah yang Negeri 15 yang 10 Swasta.

"UN ini kita harapkan dapat memetakan mutu pendidikan dan dari UN ini dapat kita lihat apa saja mutu pendidikan di Sumatera Utara yang akan ditingkatkan," kata Arsyad.

"Dimana yang sudah baik nanti nampak itu, seperti isian esay jika anak-anak tidak bisa menjawab berarti gurunya belum berhasil mengajarkan siswanya," tutup Arsyad.

(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved