Wah, 4.822 Masyarakat di Sumut Digigit Hewan Peliharaan, Ada yang Terjangkit Rabies dan Tidak

Ada 313.634 hewan peliharaan yang dimiliki oleh masyarakat, baik itu anjing, kucing, kera dan lain-lain.

Wah, 4.822 Masyarakat di Sumut Digigit Hewan Peliharaan, Ada yang Terjangkit Rabies dan Tidak
Shutterstock
Ilustrasi penyakit rabies 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Perterkanan Provinsi Sumatera Utara, Mulkan Harahap mengatakan, sebanyak 313.634 ribu hewan peliharaan telah terdata sepanjang tahun 2018.

"Ada 313.634 hewan peliharaan yang dimiliki oleh masyarakat, baik itu anjing, kucing, kera dan lain-lain," kata dia, saat disambangi Tribun Medan di ruang kerjanya, di Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (25/3/2019).

Hewan peliharaan ini, menurutnya didata langsung oleh petugas Dinas Pertenakan tiap-tiap kabupaten/kota seluruh Sumut. Akan tetapi, dirinya mengatakan, dengan jumlah hewan peliharaan yang telah terdata, vaksin anti rabies sangat kekurangan.

Mulkan mengatakan, jumlah vaksin anti rabies sangat terbatas, artinya banyak daerah di Sumut tidak mendapatkannya. Ada beberapa faktor yang bisa dikatakan, mengapa beberapa daerah tidak mendapatkan vaksin karena keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Lebih 1.000 vaksin untuk hewan. Pengadaan APBD kabupaten/kota, Provinsi dan pusat. Ketersediaan vaksin masih sangat terbatas" ujarnya.

Menurutnya, separuh dari jumlah hewan yang terdata saja tidak mencukupi untuk dapat diberikan suntikan anti rabies tersebut. Namun, sangat disayangkan, dirinya tidak mengetahui adanya korban meninggal karena gigitan anjing rabies di Kabupaten Dairi.

Ia tampak sigap saat ditanya persoalan itu. Dirinya juga meminta bawahannya untuk mempersiapkan data berapa jumlah korban gigitan hewan terkena virus rabies di Sumut.

Sementara itu, dirinya mengatakan di Sumut sendiri jumlah manusia yang terkena gigitan hewan baik itu rabies atau tidak sebanyak 4.822 kasus pada 2018.

"Untuk di Sumut sebanyak 4.822 manusia terkena gigitan hewan, tapi itu ada yang rabies ada yaang tidak," kata dia.

Setiap tahun, kasus gigitan rabies di Kabupaten Dairi berjumlah ratusan.

Pada tahun 2017, wabah rabies tercatat telah menjangkiti 633 warga. Sementara pada tahun 2018, sebanyak 507 warga.

Beruntung, seluruh korban terpapar rabies pada tahun 2017 dan 2018 itu cepat menerima suntikan vaksin antirabies, sehingga tidak ada yang berakhir dengan meninggal dunia.

Sementara, untuk tahun ini, terlaporkan sudah ada 96 kasus gigitan. Satu di antaranya meninggal dunia.

"Tiap tahun di Dairi ada kasus gigitan rabies. Di Sumut, Dairi masuk ke dalam 10 besar daerah terbanyak kasus gigitan rabies, karena memang populasi anjing di sini banyak," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dairi dr Nitawati Sitohang didampingi sekretarisnya, Friss Turnip, saat ditemui, Jumat (22/3/2019) lalu.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved