Pemkab Langkat Budayakan Literasi ke Murid SD Lewat Lomba Bertema Cerita Rakyat
Melalui Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, Pemerintah Kabupaten Langkat terus membudayakan literasi dalam bermasyarakat
Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Kabupaten Langkat terus membudayakan literasi dalam bermasyarakat. Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin membuka lomba bercerita rakyat tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) sederajat Tahun Ajaran 2019, di Aula Gedung PKK Langkat, Stabat, Selasa (26/3/2019).
Bupati Langkat mengapresiasi antusias murid-murid yang ikut serta dalam terselenggaranya kagiatan ini. Katanya, kegiatan ini diyakini mampu mendukung program minat dan budaya membaca yang tujuannya menumbuhkan budaya literasi, sejarah.
"Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan berkesinambungan , agar upaya membudayakan literasi dan gemar membaca semakin meningkat di Kabupaten Langkat," ujarnnya.
Bupati menerangkan, saat ini Pemkab Langkat melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip, melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan budaya gemar membaca kepada masyarakat luas. Saat ini, Pemkab setempat telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung budaya baca dan literasi, serta menyelenggarakan berbagai perlombaan.
"Membudayakan literasi sejak SD bentuk pelaksanaan UU No 43 tahun 2007 yang menjelaskan bahwa perpustakaan merupakan wahana belajar sepanjang hayat, mengembangkan potensi masyarakat, agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berahklak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif serta mandiri," jelasnya.
Bupati minta Dinas Perpustakaan dan Arsip Langkat tidak berpuas diri. Sembari meminta dewan juri serta semua pihak terkait, yang ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini, terkhusus kepada para peserta lomba.
" Kalah menang adalah hal biasa dalam suatu perlombaan, namun bagi saya kalian semua adalah para juaranya,”pungkasnya.
Kadis Perpustakaan dan Arsip Langkat, M Tambeng menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakanya kegiatan ini untuk membudayakan dan melatih anak untuk hidup cerdas, memiliki mental kreatif dan kompetensi, serta menarik minat baca anak tentang buku-buku cerita budaya daerah lokal, sejarah dan pahlawan.
"Literasi tentang cerita rakyat diharapkan menumbuhkan kecintaan akan budaya nasional dan kearifan lokal, serta menumbuhkan minat dan kegemaran membaca," terangnya.
Pelaksanaan lomba, sambung Tambeng, mulai tanggal 26 sampai 27 maret 2019, diikuti kurang atau lebih 40 peserta, yang barasal dari SD/MI sederajat yang ada di Langkat. Para murid turut tampil didampingi kepala sekolah hingga guru-guru pendidik.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-langkat-memberikan-sambutan-pada-lomba-bercerita.jpg)