Pemko Medan Resmikan Jaringan Gas Rumah Tangga Bersama Dirjen Migas

Produksi gas bumi nasional hingga kini masih cukup besar, sehingga harus mampu dimanfaatkan secara maksimal

Pemko Medan Resmikan Jaringan Gas Rumah Tangga Bersama Dirjen Migas
Istimewa
Peresmian Jaringan Gas (Jargas) di kantor Camat Medan Denai Jalan Pancasila No 96, Selasa (26/3). 

Sementara itu, Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Parulian Sihotang, mengatakan, penggunaan Jargas ini lebih hemat dari pada penggunaan elpiji karena gas yang dihasilkan Indonesia tidak semuanya dapat dijadikan elpiji sehingga harus impor, jika terus menerus impor maka harga gas elpiji juga akan semakin mahal karena dan akan memberatkan warga yang kurang mampu.

“Penggunaan Jargas ini lebih hemat dibandingkan penggunaan elpiji, dan elpiji kita saat ini sudah semakin langka sehingga harus diimpor maka dari itu penggunaan elpiji juga bisa memberatkan warga yang kurang mampu dengan harga yang semakin mahal karena mengikuti perkembangan dolar,” kata Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas.

Kemudian Parulian Sihotang menyebutkan ada sebanyak 5656 pipa unit sambungan rumah atau SR dengan total panjang pipa sebesar 72.385 meter di Kota Medan, di mana untuk harga yang harus dibayar warga perbulannya, yakni untuk  Rumah Tangga (RT) 1 dan Pelanggan Kecil (PK) 1 sebesar Rp 4.250 sementara  Rumah Tangga (RT) 2 dan Pelanggan Kecil (PK) 2 sebesar Rp 6.250.

“Ada sebanyak 5656 sambungan pipa ke rumah-rumah warga dengan panjang pipa sebesar 72.385 meter. Dan untuk biaya perbulan yang harus dibayar untuk kelas RT1 dan PK1 sebesar Rp 4.250 sedangkan untuk RT2 dan PK2 sebesar Rp. 6.250,” sebut Parulian Sihotang.

Dari jumlah yang terpasang itu, per 22 Maret lalu, SR beroperasi mencapai 1.404 unit. Pembangunan SR baru mencakup wilayah Tegal Sari Mandala, Medan Area, dan Medan Denai.

Parulian Sihotang menegaskan, penggunaan gas bumi jauh lebih efisien bagi rakyat miskin maupun industri. "Pembangunan jaringan gas bumi ini jauh lebih efisein dan aman tentunya, jika dibandingkan dengan LPG," ujarnya.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas juga meminta dukungan kepada pemerintah dan masyarakat untuk kiranya program ini dapat diteruskan dan dilaksanakan  kedepannya. Serta dapat memelihara pipa-pipa ini nantinya, karena diperkirakan umur pipa tersebut bisa mencapai 50 tahun kedepan.

“Saya mohon kepada mayarakat kiranya untuk ama-sama kita menjaga pipa-pipa ini agar bisa bertahan lama, sehingga anak cucu kita nanti dapat menikmati aset dari negara ini,” pintanya.

Selanjutnya Peresmian Jargas Bumi Rumah Tangga ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi oleh Asisten Ekbang dan Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas. Kemudian peninjauan langsung ke rumah warga yang sudah terpasang Jargas bumi.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved