Proyek Patung Ular Raksasa TWI Sitinjo Menanti Akhir Jabatan Bupati Johnny, Siap Dibedah di LKPj

DPRD Dairi membentuk dua pansus untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Masa Akhir Bupati

Proyek Patung Ular Raksasa TWI Sitinjo Menanti Akhir Jabatan Bupati Johnny, Siap Dibedah di LKPj
disparbuddairi.com
Patung ular raksasa di Taman Wisata Iman Sitinjo 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - DPRD Dairi membentuk dua pansus untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Masa Akhir Bupati dan Wakil Bupati Dairi Jabatan Periode 2014-2019, serta LKPj APBD Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2018.

Rapat pansus bersama para pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah) lingkup Pemkab Dairi mulai digelar hari ini, Selasa (26/3/2019).

Wakil Ketua DPRD Dairi Benpa Hisar Nababan, yang ditemui sebelum rapat mengungkapkan, rapat hari itu bertujuan untuk membedah isi dari kedua LKPj.

Para pimpinan OPD dihadirkan guna dapat menjelaskan apabila nantinya ada pertanyaan seputar temuan kejanggalan yang didapati saat membedah masing-masing LKPj.

"Pansus yang dibentuk ada dua. Pansus I membahas LKPj APBD 2018, sedangkan Pansus II membahas LKPj Masa Akhir Bupati/Wakil Bupati. Saya sendiri adalah Ketua Pansus II," ujar Benpa, Selasa (26/3/2019).

Rapat pansus hari itu digelar berbeda ruangan. Untuk rapat pembahasan LKPj APBD Dairi Tahun 2018 dilakukan di ruang rapat Komisi B, sedangkan rapat pembahasan LKPj Masa Akhir Bupati Johnny Sitohang dilakukan di ruang rapat Komisi C.

Sebagai informasi, saat penyampaian Nota Pengantar LKPj oleh Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi sehari sebelumnya, dikatakan keberhasilan di sejumlah sektor melalui program agribisnis berdaya saing telah terwujud.

Realisasi pendapatan daerah diklaim terus meningkat setiap tahunnya selama kepemimpinan Johnny Sitohang dan Irwansyah Pasi, mulai tahun 2014 sampai 2019.

Pada tahun 2014, realisasi pendapatan daerah berjumlah Rp766,41 miliar. Kemudian, pada tahun 2015 naik menjadi Rp889,61 miliar, tahun 2016 naik menjadi Rp1,062 triliun, lalu tahun 2017 naik menjadi Rp1,133 triliun, dan tahun 2018 turun menjadi Rp1,080 triliun.

Disinggung hal itu, Benpa mengatakan, pansus akan menanyakan indikator dari keberhasilan dimaksud, serta dampak langsungnya terhadap hidup masyarakat, terutama golongan ekonomi lemah.

"Salah satu contohnya ialah pembangunan patung ular raksasa di Taman Wisata Iman Sitinjo, yang dananya bersumber dari kas daerah. Kenapa harus patung ular raksasa? Apa maknanya? Apa faedah didapat setelah patung ular dibangun?," tutur Benpa.

"Jadi, intinya pada rapat pansus ini, kita akan membahas apa-apa saja capaian bupati Johnny Sitohang dan wakilnya Irwansyah Pasi selama lima tahun ini, serta mendalaminya. Patung ular yang saya sebutkan tadi hanya salah satu contoh," imbuhnya.

Sementara, untuk LKPj APBD Dairi tahun 2018, lanjut Benpa, bilamana ditemukan penyelewengan anggaran, maka pansus akan melaporkannya kepada BPKP Sumut. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved