Saluran Pipa Toilet Terpaksa Dibongkar Cari Bukti Sabu, Resedivis Ini Kambuh Edarkan Sabu

Sat Narkoba Polres Sergai mengamankan dua orang pengedar narkoba di Jalan Remaja II, Dusun XIV, Desa Pekan Tanjung Beringin

Saluran Pipa Toilet Terpaksa Dibongkar Cari Bukti Sabu, Resedivis Ini Kambuh Edarkan Sabu
Dok Polres Sergai
Petugas Satresnarkoba Polres Sergai amankan dua pengedar sabu, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sat Narkoba Polres Sergai mengamankan dua orang pengedar narkoba di Jalan Remaja II, Dusun XIV, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai.

Keduanya masing-masing, Sahrul Ginting alias Sahrul (43) warga setempat, dan Muhammad alias Amek (39) mantan napi warga, Dusun VI, Desa Pelintahan, Kecamtan Sei Rampah, Kabupaten Sergai.

Amek dikabarkan mantan napi dan pernah divonis 2 tahun dalam perkara narkotika jenis sabu-sabu pada tahun 1995.

Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu mengatakan tersangka diamankan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat.

Dari informasi tersebut, kata Martualesi, pihaknya bersama Kanit II Ipda Maruli Sihombing beserta anggota menuju ke rumah Sahrul yang berada di Jalan Remaja II, Dusun XIV, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai.

Di lokasi, katanya, petugas menemukan Sahrul sedang duduk di ruang tamu, petugas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan sebuah plastik klip transparan berisikan sabu seberat 0,15 gram.

Kepada petugas, Sahrul menyatakan sabu tersebut ia peroleh dari Amek. "Selanjutnya kita langsung ke rumah Amek dan setibanya di sana, Amek sedang menggunakan sabu tepatnya di dapur rumahnya,"terangnya.

Mengetahui kedatangan petugas, sambungnya, Amek langsung ke kamar mandi untuk menghilangkan barang bukti dengan membuang barang haram itu ke toilet.

"Kita langsung membongkar saluran pipa toilet dan menemukan 8 plastik klip transparan berisi sabu,"ujarnya seraya menyatakan di dapur juga petugas mendapati 7 plastik klip transparan yang diduga sabu-sabu.

"Di kediaman Amek kita temukan sabu seberat 3,36 gram, sementara dari sahrul 0,15 gram. Selain itu juga kita sita 1 unit timbangan elektrik, 1 buah alat hisap sabu, uang tunai Rp 50 ribu, 2 unit handphone,"jelasnya.

Kepada petugas, Amek mengaku sabu tersebut ia dapat dari A (35) warga Bedagai, dengan setiap harinya membeli sabu 1 gram seharga Rp 850 ribu dan menjual menjadi perpaket dengan keuntungan Rp 300 ribu.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 Sub 112 ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved