TRIBUNWIKI: Empat Tempat Kuliner Malam Paling Andalan di Medan

Tempat-tempat kuliner malam terbut, tak hanya menjual makanan tradisional saja tetapi ada juga menjual makanan andalan dari beberapa negara.

Tayang:
Tribunnews
Merdeka Walk 

TRIBUN-MEDAN.com - Ada sejuta kesan bila mengunjungi Kota Medan. Kesan apa yang anda bayangkan jika mendengar Kota Medan? Tempat wisata seperti Istana Maimun? Masjid Raya Kota Medan (Masjid Al – Mashun)? Atau wisata kulinernya Bingka Ambon? Lapis Legit? Orong-orong? Itu la Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.

Hingga kini tempat wisatanya dan kulinernya masih tetap melekat pada kota tersebut.

Nah, apabila di Kota Medan hanya mengenal itu saja, maka kurang pas rasanya. Sebab di kota tersebut memiliki ke indahan kotanya pada malam hari, yaitu tempat-tempat kuliner Malam yang Paling andalan di Kota Medan. Ada sebagian tempat yang sudah lama ada, ada pula sebagian tempat yang baru. Biasanya sebagian masyarakat medan tempat ini  dibsebut fun street taste, satu di antaranya, Naldi sebagai pengunjung.

“Ya kalau tempat-tempat seperti ini, seperti Night Market Medan. Saya berasa liburan ke Thailand dan ini bisa dikatakan fun street tastenya Medan punya. Tak kalah dengan di luar negeri, itu aja sih,” ucapnya.

Tempat-tempat kuliner malam terbut, tak hanya menjual makanan tradisional saja tetapi ada juga menjual makanan andalan dari beberapa negara. Nah, tunggu apa lagi langsung saja bagi para pengunjung ingin menikmati nuansa empat tempat kuliner yang paling andalan di Kota Medan. Simaklah empat tempat kuliner malam yang paling terkenal sebagai berikut.

1.      Merdeka Walk Medan

Nah, kalau tempat ini mungkin sudah akrab di masyarkat Kota Medan, begitu juga sebagian para wisatawan. Merdeka Walk Medan ini juga merupakan satu di antara tempat kuliner malam yang paling andalan di Kota Meda. Tempat ini terletak di Jalan Balai Kota, Kesawan, Medan Barat, Kota Medan.

SPV Area Merdeka Walk Medan, Darmawan menjaelaskan bahwa Merdeka Walk sudah ada semenjak 19 Mei 2005 sebagai tempat kuliner malam tersebut. Dia juga mengungkapkan Merdeka walk ini ramainya pada pukul 20.00 WIB malam sampai pukul 23.00 WIB, namun bukanya dari pukul 10.00 WIB. SPV Resto Jala Jala, Azwar juga mengungkapkan bahwa memang pengungjung ramai dan membeludak pada saat hari Sabtu dan Minggu. Termasuk juga pengunjung yang berkunjung ke Resto Jala-Jala.

“Kalau ramainya itu di hari Jumat, Sabtu, Minggu. Apa lagi sekarang Dinas Pariwisata Kota Medan mengadakan setiap hari Senin, Rabu, Jumat, membuat dan mengisi acara musik-musik tradisional khususnya musik yang ada di budaya Sumatera Utara,” ucap Darmawan, Selasa, (26/3).

Darmawan juga mengatakan, bahwa yang ngisih acara di Merdeka Walk Medan ini bukan hanya dari Dinas Parawisata saja, tetapi dari  berbagai event dari pihak luar juga menyelenggarakan acara, seperti musik, acara modelling dan tari-tarian serta lainnya.

“Kalau event-event itu banyak juga yang diselenggarakan di Merdeka Walk ini, di luar dari acara Dinas Pariwisata Medan ya. Biasanya even-even itu di hari besar, tahun baru, lebaran dan hari-hari besar lainnya,” ujarnya.

Dalam hal ini juga Darmawan mengungkapkan bahwa pengunjung yang datang hampir rata semua berasal dari Kota Medan. Namun sebagian kebanyakan juga dari luar Kota Medan maupun itu dari luar negeri. Karena dari 12 cafe tersebut tidak hanya menjual makanan dan minuman tradisional saja. Akan tetapi, juga menjual makanan dan minuman dari khas Western.

Satu di amtaranya pengunjung Merdeka Walk, Vina mengatakan bahwa Ia sering berkunjung ke tempat ini setelah pulang kantor dengan teman-teman.

“Lunayan sering la, kalau tempat yang sering aku kunjungi Sturbuck  dan Nelayan. Ya sama teman-teman dan kadang sama gebetan baru la. Kalau harganya biasanya banyak promonya juga, kek gini minuman yang kami beli satu gratis satu. Kalau menjelang weekend enak juga di sini,” katanya.

Bagitu juga pada pengunjung yang setia di Merdeka Walk, Aldo, warga yang tinggal di Perumahan Tasbi ini hampir tiap hari nongkrong di  Merdeka Walk.

“Ya kalau nongkrong di sini sering, tapi seringnya malam hari. Kalau di sini ya kadang cerita sambil ngopi dengan teman-teman, cerita bisnis atau pekerjaan lainnya la. Ya aku kadang ke Sturbucks, kadang juga duduk ngopi di Cafe srikandi, gak tentu la,” ucapnya.

merdeka walk
merdeka walk (TRIBUN MEDAN/DOK)

2.      Kuliner Paguruyung

Tempat kuliner ini terletak di Jalan, KH, Zainul Arifin, Petisah Tengah Kota Medan. Menurut satu di antara pedangang yang berada di tempat Kuliner Paguruyung, Mida, pemilik Kedai Mi Rebus dan Gado-Gado Pak Ramli, mengatakan bahwa tempat tersebut semenjak tahun 1960 –an.

“Kalau di sini semenjak zaman kakek saya berjualan dan ayah saya masih keci-kecil. Ya sekitar tahun 1960-an gitu, itu setahu saya ya sekarang. Saya dari kecil aja bapak sudah berjualan di sini, sekarang usia saya aja sudah 33 tahun,”ucapnya.

Mida juga mengungkapkan makanan yang paling khas di tempat Kuliner Paguruyung, seprti Nasi Briani, Martabak Telur dengan karih kambing, Roti Jala kuah Karih Kambing, serta Mi Rebus. Makanan ini merupakan khas masakan India yang ada di Kota Medan.

Mida juga mengatakan, tempat Kuliner Paguruyung ini buka setiap hari pada pukul 04.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB. Pengunjung yang datang ke tempat ini tidak hanya dari dalam Kota Medan, tetapi dari luar Kota Medan juga banyak yang datang kemari. Apalagi dari wisatawan Malaysia dan Singapura, Cina, serta Thailand.

Kalau masalah harga sangat terjangkau dan tidak menguras kantong para pengunjung yang ingin menikmati kuliner malam di tempat ini. Tempatnya sangat bersih dan bisa menjadi spot berswafoto karena tempat ini juga merupakan satu di antara ikon tempat kuliner malam yang paling andalan di Kota Medan.

Siti merupakan satu di antara pedagang Martabak Telur, Nasi Briani, serta Roti Jala, megatakan bahwa kalau harga Martabak Telur pakai Karih kambing dibandrol harga Rp 30 ribuan. Ia juga menjelaskan kalau di tempat ini menjual aneka makanan dan minuman juga, di sini ada 33 kedai yang berjualan di tempat ini.

“Ya ada 33 keda yang berjuan di tempat Kuliner Paguruyung ini, ada jual makanan khas India dan Indonesia. Ya seperti martabak telur kuah karih, roti canen kuah karih, nasi briani itu dari khas India kalau dari Indonesia ada nasi goreng dan lain-ain la. Begitu juga minum ada juga di sini,” pungkasnya.

Satu di antara pengunjung dari Aceh, Mona yang sebagai penulis freelance uncapnya, bahwa tempat Kuliner Paguruyung ini sudah akrab dengannya. Karena setiap kali ke Medan, Ia selalu berkunjung dengan ayahnya ke tempat ini.

“Suasananya tak bising sekalipun terletak di pinggir jala besar dan kuliner yang paling seru di sini adalah Mi Rebus ya, kuahnya kental dan bumbunya berasa banget. Kalau harga terjangkau la,” katanya.

Begitu pula dengan pendapat satu di antar pengunjung juga, Al-mazi menjelaskan bahwa Ia sering ketempat ini hanya membeli Nasi Briani, karena cocok dengan selerahnya.

“Oh ya ya saya sering kemari ajak istri pada Weekend, kalau saya sukanya makan nasi briani pakai  karih kambing dan istri saya biasanya kalau ke mari suka dengan Martabak telur pakai karih kaming juga ya. Kalau ini saya bungkus mau bawa pulang makan sama keluarga lah, kalau soal harga ya terjangkau la dan pas la dengan apa yang disajikan,” ujarnya.

Pusat kuliner Pagaruyung di malam hari.
Pusat kuliner Pagaruyung di malam hari. (Tribun Medan/Silfa Humairah)

3.      Medan Night Market

Tempat wisata kuliner ini merupakan tempat baru di Kota Medan, dan pengunjungnya tak kalah dari tempat kuliner malam di Kota Medan. Menurut satu di antara pedagang minuman Perfecto di Medan Night Market, Via, mengatakan bahwa tempat ini sudah berdiri semenjak 05 Maret 2017.

Tempat ini buka setiap hari pukul 16.00 WIB sampai tutup pukul 24.00 WIB, dan di tempat ini beraneka ragam jual makanan dan minuman. Via juga mengatakan bahwa tempat ini ramai pada hari Sabtu dan Minggu.

“aku di sini jual minuman dan makanan ayam penyet, kalau ini aku jual es buah es koteng, es campur dan harganya terjangkaula. Dimulai dari harga 15 ribuan la,” katanya.

Ternyata pengunjung yang datang ke tempat ini juga tidak hanya dari Kota Medan saja, melainkan dari luar Kota Medan juga. Seperti hal nya pengunjung satau ini, Citra dari Kota Siantar. Ia sering ke tempat ini bersama teman-temannya.

“Ya tempatnya enak, seperti berada tidak di Medan ya. Sperti di Bangkok tapi ala ala Medan la ya. Kalau ke sini aku makan dan minum habis tu keliling-keliling dengan kawan lihat makanan yang jarang dijual di Kota Medan. Ada makanan Jepang, ada minuman es campur juga,” ucapnya.

Begitu juga dengan Fay yang tinggal di Kota Medan, sering juga ke tempat ini bersama dengan teman-temannya.

“Ya sering sama teman-teman, lagi suntuk terus ngumpul di sini sama teman-teman cerita-cerita. kalau masalah harga terjangkau, ya harganyua setahu aku dari sekitar Rp 15 ribuan,” ujarnya.       

Tempat ini tidak menjual aneka makanan dan minuman saja, tetapi juga menyediakan hiburan untuk anak-anak, seperti becak-becakan dan perosotan balon untuk anak-anak. Untuk akses menuju tempat ini sangat mudah dan tempta parkirnya aman karena memakai sistem karcis seperti di mall-mall. Tempat ini terletak di Jalan H Adam Malik, Nomor 90, Silalas, Medan Barat, Kota Medan.

Medan Night Market (Instagram)
Medan Night Market (Instagram) (TRIBUN MEDAN/Ist)

4.       Mega Park Medan

Marketing Komunikasi Mega Park, Hafiz mengatakan bahwa Mega Park ini ada semenjak 12 September 2018. Kemudian, ini merupakan periode jalan ke dua atau berjalan sudah setengah tahun. Di sini tempat kuliner untuk menjual aneka makanan dan minuman, untuk stand di sini ada sekitar 80 stand. Mega Park Medan ini terletak di Komplek Mega Com, Jalan Kapten Muslim, Dwi Kora, Medan Helvetia, Kota Medan. Sumatera Uata.

“Ya di sini macem-macem aneka makanan, seperti ayam penyet, sate matang, warkop iwan juga ada, ini untuk makanan dalam negeri atau tradisonalnya ya. Kalau untuk makanan luar negerinya satu contohnya ada sushi, banyak la makanna lainnya,” katanya.

Hafiz juga menjelaskan bahwasanya pangsa pasar Mega Park Medan yaitu milineal. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk yang berkeluarga. Karena di sini juga banyak keluarga yang berkunjung ke mari, sebab di Mega Park ini menyediakan permainan balon untuk anak-anak.

Kalau di Mega Park ini juga sering mengadakan Even dan hanya di Mega Park atau sering disebut tempat fun street taste yang memiliki panggung besar. Even-even besar biasanya ada dipanggung utama, seperti even festifal musik, komunitas atau modeling.

“Kalau pengunjung ramai ke mari itu, di hari Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu, Senin, kalau di malam puncaknya itu di Malam Minggu hari Sabtu, itu sekitar 5000 orang yang berkunjung ini. Kalau setiap hari bukanya itu di jam jam 16.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB, itu bagi sebagian stand ada juga sebagian stand seperti wakop bang iwan itu 24 jam,” ucapnya.

Satu di antara pemilik stand yang berjualan Ayam Penyet Pedas Dower, Adit, menjelaskan sangat enak untuk membuka usaha di tempat ini, karena sampai saat ini ramai pengunjungnya.

Adik, pemilik stand Pedas Dower 151 di Mega Park Medan.
Adik, pemilik stand Pedas Dower 151 di Mega Park Medan. (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

“Ya yang aku jual ini, Pedas Dower seperti Ayam, Lele, Bebek, Terong, Tempe. Kalau aku matok harga dari Rp 25 ribuan  untuk Pedas Dower Ayam. Kalau harga ini terjangkau la murah –murah enak-enak kalau gak enak ada garansi bisa dipulangi. Ya enak la kalau berjualan di tempat ini karena tempat ini ramai,” katanya.

Kalau menurut Vino sebagai pengunjung Mega Park, Ia sering ke Mega Park dengan teman-temannya.

“Kalau untuk spot kuliner malam sangat bagus, dan bisa dikatakan tempat kuliner andalan di Kota Medan ini la. Kalau aku datang ke mari sama teman-teman seminggu tiga kali ada la, ya kami kemari juga karena kawan ada yang berjualan di sini. Di sini juga ada even musik-musik, seperti hari kemarin ya yang diadakan di sini. Kalau menu andalan yang paling berkesan yaitu teh manis jumbo dengan harga Rp 15 ribu, kalau makanan ya campuran soalnya banyak makanan yang enak di sini,” pungkasnya.

Lisa juga sebagai pengunjung Mega Park Medan mengatakan bahwa Ia sering ke tempat ini ketika setelah pulang jalan-jalan dengan temannya.

“Yang paling berkesan saya suka disini ialah suasana lampunya yang terang dan romantis, crozy, sound sistemnya yang asik dengan suara-suara DJ. Kalau saya ya sering ke mari sehabis pulang jalan-jalan ya sama teman-teman,” ucapnya.

(cr23/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved