Jelang 4 Hari Penutupan, Pelaporan SPT Tahunan di Kanwil DJP Sumut I Capai 77,44 Persen

Seluruh wajib pajak disarankan untuk segera melaporkan SPT sebelum jatuh tempo. Adapun jika WP terlambat akan didenda.

TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Kepala Seksi Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sumut I, Esteriah br Sitepu di Gedung Kanwil DJP Sumatera Utara I, Rabu (27/3/2019). 

"Sekarang semua perusahaan tidak sama, ada saja masih mau melamar harus punya NPWP.  Ada kadang honor di suatu perusahaan atau di suatu perusahaan swasta atau negeri syaratnya harus punya NPWP. Usia WP tidak ditentukan yang penting mereka bekerja dan dikatakan dewasa. Siapa yang dikategorikan WP ialah setiap masyarakat yang telah mempunyai penghasilan diatas PTKP," ujar Esteriah.

Ia menjelaskan langkah pertama yang harus dilakukan untuk melaporkan SPT Pajak adalah dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk bisa melakukan akses Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Online tentunya. Pendaftaran bisa dilakukan melalui website djponline.pajak.go.id.

"Setelah melakukan pendaftaran online, maka anda akan mendapatkan EFIN (Electronic Filing Identification Number), yaitu nomor identifikasi wajib pajak dari Ditjen Pajak untuk melakukan pelaporan pajak secara online atau e-filing" ucapnya.

"Selanjutnya, EFIN akan dikirimkan ke email anda yang aktif dan sudah didaftarkan. Bila sebelumnya anda sudah mendaftar e-filing namun lupa, anda bisa cek kembali e-mail dari Ditjen Pajak yang sebelumnya sudah masuk. Atau bisa juga anda mendatangi Kantor Pelayanan pajak (KPP) terdekat dengan membawa NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan mengisi formulir aktivasi EFIN," jelas 
Esteriah.

Diakui Esteriah, tidak semua WP mengerti dalam prosedur pembuatan SPT Tahunan dan efiling. "Tidak semua seperti yang kita harapkan ada yang mengerti ada yang tidak, ada yang bisa online dan ada yang masih manual," tambahnya.

Ia mengatakan sesuai arahan pimpinan pusat, KPP di seluruh Indonesia tetap buka untuk pelayanan penerimaan SPT Tahunan tanggal 30 Maret 2019 pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Seluruh wajib pajak disarankan untuk segera melaporkan SPT sebelum jatuh tempo. Adapun jika WP terlambat melaporkan SPTnya, DJP akan mendenda WP sebesar Rp 100 ribu.

"Kalau sekarang dia masukkan SPT Tahunan, dendanya itu belakangan, KPP yang membuat sendiri denda keterlambatannya masing-masing. Karena KPP punya tahapannya masing-masing, pemeriksanya sudah ada WP nya masing masing. Misalnya si A,B,C sudah ada target sendiri. Kalau nanti dalam SPT Tahunan sudah ada denda yang enggak masuk mereka mendata sendiri, dan itulah timbul sanksinya," jelasnya.

Ia menghimbau agar masyarakat sadar akan pajak karena pajak memiliki manfaat yang sangat banyak diantaranya membangun infrastruktur, fasilitas umum berupa sekolah, jalan raya, rumah sakit. Selain itu juga sebagai pertahanan keamanan berupa membeli senjata, perumahan, transportasi serta subsidi pangan, BBM (bahan bakar minyak) dan lain-lain.

"Harapan saya kedepannya, mudah-mudahan pencapaian target kami lebih bagus, himbauan kepada masyarakat agar sadar akan pajak karena pajak memiliki banyak manfaat," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved