Hilangkan Kesan Rawan Terminal Amplas, Ini yang Dilakukan Polsek Patumbak

AKP Ginanjar Fitriadi mengaku untuk merubah kesan angker di kawasan Terminal Amplas tidak semudah membalikan telapak tangan.

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi saat ngobrol santai bersama Wartawan Unit Polrestabes Medan, Kamis (28/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Warga Medan dan sekitarnya pasti mengenal Terminal Amplas.

Kawasan ini merupakan tempat naik turunnya penumpang baik dari luar kota maupun sebaliknya.

Kawasan Terminal Amplas dulunya terkesan seram dan rawan dari aksi kejahatan jalanan mulai, copet, jambret namun, perlahan berangsur berubah menjadi lebih aman.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi mengaku untuk merubah kesan angker di kawasan Terminal Amplas tidak semudah membalikan telapak tangan.

Perlu kerja ekstra kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Loket bus terminal amplas dahulunya menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang berada di sana, karena rawan begal, perampasan, premanisme. Untuk menghilangkan hal ini kita berupaya dengan mendirikan Pos Polisi di Terminal Amplas yang aktif 24 jam,” ungkapnya ketika ngobrol santai (ngobras) dengan Wartawan Unit Polrestabes Medan di Media Center Jalan HM Said Medan, Kamis (28/3/2019).

Selain itu, sambung orang nomor satu di Polsek Patumbak ini, pihaknya juga meningkatkan patroli hunting menggunakan sepeda motor di seputaran lokasi dengan memberikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dengan tidak memakai perhiasan mencolok dan menjaga harta benda agar tidak memancing pelaku kejahatan beraksi.

“Tidak hanya rawan kejahatan jalanan, di seputaran Terminal Amplas juga banyak anak hilang. Pemuda yang tidak ada rumahnya berkumpul di sekitar Amplas, itu juga kita datangi, kita berikan pesan Kamtibmas agar jangan melakukan tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat,” jelas Ginanjar.

Selain itu, petugas juga melakukan penindakan hukum dengan pelaku kejahatan jalanan yang beraksi di seputaran terminal amplas.

Polsek Patumbak juga tidak segan memberikan tindakan tegas terukur bagi bandit jalanan yang mengancam nyawa korbannya dan petugas.

“Seperti pelaku jambret di angkot yang korbannya sampai meninggal dunia. Itu kita amankan, diberi tindakan tegas, dan kita gelar rekonstruksi di TKP di bawah jembatan amplas agar memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya yang berada di amplas,” kata Ginanjar.

Kedepannya, masih dikatakan Kapolsek pihaknya berharap kepada Pemko Medan agar diberikan penambahan lampu jalan di seputaran Amplas agar kesan angker di Terminal Amplas segera hilang.

"Kan di bawah itu lampu penerangan kurang. Nah kita juga berupaya bekerjasama dengan pemko agar memfasilitasi dengan memberi lampu penerangan," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved