Menggalakkan Sawit pada Era Revolusi Industri 4.0 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

'Peran Minyak Kelapa Sawit dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0'

Menggalakkan Sawit pada Era Revolusi Industri 4.0 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
TRIBUN MEDAN/RYAN NUR HARAHAP
Seminar Nasional STIPAP - Kepala Sub Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan sekaligus Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Normansyah Syahruddin menjelaskan beberapa isu-isu yang menghambat proses eksport sawit di mancanegara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang kian hari makin mendekat, melalui perkembangan teknologi, diharapkan bisa lebih mengoptimalkan kinerja produktivitas dari segi industrial di seluruh Indonesia.

Meski bagi setiap sektor bisa menjadi kesempatan dalam peningkatan laba, ekspansi, maupun inovasi, namun disisi terburuknya juga menjadi ancaman terbesar, karena dengan digantikan oleh tenaga mesin, kualitas yang dihasilkan akan sangat berpengaruh.

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) mengadakan Seminar Nasional dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diadakan di Gedung Serbaguna Lembaga Pendikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan, Jalan Williem Iskandar, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kota Medan, Selasa (26/3).

Ketua Pelaksana Seminar Nasional dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Sahida Muktadin, mengatakan, melalui tema 'Peran Minyak Kelapa Sawit dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0', berawal dari latar belakang sebuah kampanye hitam oleh pihak tak bertanggung jawab yang rumornya bisa menjatuhkan nilai kelapa sawit di Indonesia.

"Mengapa saya berpikir untuk angkat tema ini? Jadi dilatar belakangi dari banyaknya kampanye hitam tentang kelapa sawit, dan kita sama-sama mengetahui bahwa sawit itu berdampak positif, bukan berdampak negatif tehadap pertumbuhan ekonomi kita.

Peserta Seminar Nasional di STIPAP sedang mendengarkan ceramah narasumber terkait Menggalakkan Sawit pada Era Revolusi Industri 4.0
Peserta Seminar Nasional di STIPAP sedang mendengarkan ceramah narasumber terkait Menggalakkan Sawit pada Era Revolusi Industri 4.0 (TRIBUN MEDAN/RYAN NUR HARAHAP)

Kita juga ketahui bahwa sawit merupakan penyongsong devisa terbesar negara sampai saat ini, dan dilihat dari segi industrinya, saya berpikir bahwa sekarang sawit sudah terbuat dengan ada yang namanya B20 dan juga B30. Bahkan kemarin juga sudah dibuat B50 dan masih direncanakan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, B20, B30, dan B50, merupakan sebuah formula campuran antara minyak sawit dan minyak nabati, yang terdapat dalam bahan bakar biodiesel.

"B20 itu namanya biodiesel, kompisisinya 20 persen minyak sawit ditambah dengan 80 persen minyak nabati. Begitu juga dengan B30 dan B50, ibaratkannya seimbang dengan kandungan kedua formulanya," ucapnya.

Selain acara seminar dan lomba karya tulis limiah se-nasional, juga dilaksanakan beberapa kegitan menariknya seperti pameran,juga field trip ke Pusat Penilitian Kelapa Sawit (PPKS) dan berkunjung ke Istana Maimoon.

"Acara kegiatannya itu, kami konsep seperti yang pertama ada pameran, seminar, baru lomba karya tulis ilmiahnya, dan dilanjutkan dengan field trip,

Halaman
123
Penulis: Ryan Nur Harahap
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved