Jumpa Harimau saat Bertani, Tiga Warga Mandailing Natal Trauma

Nasron Efendi mengatakan bahwa setidaknya sudah tiga orang petani yang berpapasan langsung dengan Harimau

Jumpa Harimau saat Bertani, Tiga Warga Mandailing Natal Trauma
Kompas.com
Foto Ilustrasi: Harimau 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Akibat adanya teror hewan buas Harimau, warga di Desa Sibaruang, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) takut untuk bepergian ke kebun.

Dari informasi yang himpun, sudah 45 hari terakhir masyarakat tidak berani pergi ke kebun untuk mengurus kebun, lantaran adanya Harimau yang sering berkeliaran di desa.

Kepala Desa Sibaruang, Nasron Efendi mengatakan bahwa setidaknya sudah tiga orang petani yang berpapasan langsung dengan Harimau tersebut.

"Sudah ada warga kita yang langsung melihat Harimau tersebut. Yaitu Almin Arianja, Kakmat Rambe, Anyoni Batubara," kata Nasron, Jumat (29/3/2019).

Nasron menambahkan bahwa awalnya mereka menemukan jejak tapak kaki Harimau di dekat perkebunan warga yang berada di Tor Nahambat di Desa Sibaruang.

"Saat mereka berada disitu, ternyata Harimau itu hanya berjarak 2-3 meter dari posisi mereka berdiri," ujarnya.

Melihat keberadaan si Harimau, lanjut Nasron para warga seperti Kakmat dan Antoni mencoba menyelamatkan diri dengan melompat ke jurang. Sementara, rekannya Almin menyelamatkan diri lari masuk ke dalam hutan.

"Kakmat dan Anyoni memutuskan untuk lompat ke jurang. Mereka ditemukan selamat. Nasib baik juga masih menyertai Almin, ia ditemukan selamat setelah dijemput warga ke dalam hutan," urai Nasron.

Nasron menjelaskan bahwa keberadaan Harimau ini berbeda dengan penemuan yang sebelumnya. Dimana, Harimau ini mau mendekati warga. Para petani sudah tidak heran lagi dengan jejak Harimau yang berada di hutan ini.

Lebih lanjut, kawanan Harimau ini biasanya kalau berjumpa dengan manusia langsung pergi, namun kali ini Harimau yang di temukan ketiga petani tersebut malah mendekati warga dan tidak melakukan perlawanan kepada petani.

Demi menyelamatkan warganya dari hal-hal yang tidak inginkan terjadi, Nasron meminta bantuan kepada pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) untuk melakukan tindakan.

"Kami meminta petugas agar bisa menangkap Harimau itu. Agar masyarakat bisa kembali beraktivitas ke kebun," jelas Nasron.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved