Pohon Durian Tumbang Timpa Gedung Sekolah hingga Rusak Parah, Begini Sekarang Nasib Para Murid

Kemarin itu hujannya lebat. Anginnya juga kencang. Kebetulan juga pohon durian ini juga sudah tua umurnya

Pohon Durian Tumbang Timpa Gedung Sekolah hingga Rusak Parah, Begini Sekarang Nasib Para Murid
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Pohon Durian Tumbang Timpa Gedung Sekolah hingga Rusak Parah, Begini Sekarang Nasib Para Murid. Warga Desa Siratah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, bergotong royong memotongi batang pohon durian yang menimpa atap gedung SDN 034812 Siratah, Jumat (29/3/2019) pagi. 

Pohon Durian Tumbang Timpa Gedung Sekolah hingga Rusak Parah, Begini Sekarang Nasib Para Murid

TRIBUN-MEDAN.com- Murid-murid Kelas IV SDN 034812 Siratah, Desa Siratah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, terpaksa belajar di balai desa sejak Rabu (27/3/2019) kemarin.

Hal itu lantaran atap ruang kelas mereka rusak berat setelah tertimpa batang pohon durian.

Para guru dan orangtua murid mengharapkan Pemkab Dairi dapat segera mengatasi persoalan ini, agar proses belajar-mengajar kembali normal.

"Gara-gara hujan, makanya pohon duriannya tumbang. Kemarin itu hujannya lebat. Anginnya juga kencang. Kebetulan juga pohon durian ini juga sudah tua umurnya," ujar Kepala SDN 034812 Siratah, Mawarni Saragih saat ditemui Jumat (29/3/2019).

Selain kerusakan atap, kata Mawarni, buku-buku bahan ajar serta tugas (PR) murid, bangku, dan meja menjadi rusak karena terkena air hujan.

Pantauan Tribun Medan, Jumat (29/3/2019) siang, air telah menggenangi lantai ruang kelas. Batang pohon durian yang sebelumnya menimpa sudah dipotong-potong dan disingkirkan ke pinggir jalan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Kekurangan Vaksin Rabies, Minta 50 Ribu Terealisasi 1000

Pemilik Masjid Kubah Emas di Depok Dian Al Mahri Meninggal Dunia, Ini Cita-citanya!

Pelaku Perlihatkan Pakaian Dalam Pendeta Muda Melinda Zidemi yang Disembunyikan di Semak-semak

Hanya ruang kelas IV yang terdampak. Sementara, ruangan yang lain tetap aman. Posisi pohon dengan gedung kelas berjarak sekitar enam meter, di tengahi oleh ruas jalan desa.

Kegiatan belajar mengajar kelas IV untuk sementara dialihkan ke gedung balai desa, yang berlokasi tak jauh dari situ.

Ibu Muda Ketahuan Selingkuh setelah Lahirkan Bayi Kembar tapi Memiliki Wajah yang Berbeda

Gojek Seleksi Ketat Mitra Go-Food di kawasan Danau Toba: Packaging Harus Benar-benar Menarik

Gedung SDN 034812 Siratah sendiri berjenis semipermanen. Dari penampakannya, kondisi gedung sekolah sudah cukup tua.

Mawarni Saragih mengatakan, total murid SDN 034812 Siratah saat ini berjumlah 73 orang. 10 di antaranya adalah murid-murid kelas IV.

REKAMAN CCTV: Berniat Mencuri, Pria Ini Ditembak Korbannya yang Merupakan Polisi Wanita

Pembunuh dan Pemerkosa Pendeta Melinda Mengaku Naksir: Aku Suka Sama Dia, Tapi Ga Berani Bilang

Kendati ada gedung balai desa, Mawarni tetap berharap pemerintah dan dermawan berkenan membantu perbaikan gedung sekolah.

Respons Valentino Rossi soal Swingarm Motor Andrea Dovizioso MotoGP, Marc Marquez Ikut Angkat Bicara

"Kan tidak nyaman juga terus-menerus di balai desa. Sewaktu-waktu desa juga ada kegiatan," ujar Mawarni.

"Sudah datang kemarin petugas dari Dinas Pendidikan dan BPBD. Namun mereka hanya mendata saja. Kata petugas dari Dinas Pendidikan, diupayakan segera diperbaiki," pungkasnya.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved