Dua Kelompok Remaja Tawuran Dibubarkan Polisi, 20 Orang Diharuskan Buat Pernyataan

Terjadi aksi keributan antara belasan kelompok anak remaja di Jalan AR Hakim, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area

Istimewa
Petugas amankan puluhan remaja yang terlibat tawuran, Minggu (31/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Terjadi aksi keributan antara belasan kelompok anak remaja di Jalan AR Hakim, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area dan Jalan Denai Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Minggu (31/3/2019) sekitar pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu ALP Tambunan mengatakan, benar ada keributan kelompok remaja di mana saling lempar melempar batu antara anak Sukaramai melawan anak Jalan Halat.

"Begitu mendapat informasi, kami mendapat informasi langsung menuju ke lokasi. Kami membubarkan aksi tawuran remaja ini," ujarnya.

Saat di lokasi, sambung Kanit, petugas melakukan penyisiran mulai dari daerah Sukaramai, Jalan AR Hakim sampai ke Jalan Halat.

"Kami melakukan pengejaran dari gang masuk ke gawang, sehinga mengamankan 20 orang anak remaja yang terlibat tawuran," kata Iptu ALP Tambunan.

Informasi yang dihimpun, adapun kelompok yang ikut tawuran yakni,  gbn generasi bocah nakal mangkal, deneke, cf crazy frends, dan family braders komat bentrok melawan kelompok hpc halat punya cerita, pam persatuan anak main net. acl asal cocok libas, to frends, pmc pelajar medan city, dct de grazy teladan ketua irfan.

Brf bromo frends, brokal bromo anak nakal, one peace family, merlev, adm anak didik merlev, squidward family, team big family, serigala jalanan dan gkm generasi keluarga medan.

"Kami lakukan pemeriksaan kepada remaja yang diamankan dan didapatlah masalah mereka bahwa perkelahahian remaja tersebut berawal dari saling ejek mengejek di Facebook. Aksi tersebut berlanjut dengan anak halat bergabung dengan mengenderai sepeda motor mendatangi anak sukaramai melakukan pelemparan dan saling balas. Karena tidak terima di serang mereka kembali dengan melempari warnet Legian sehingga ada yg terkena lemparan batu," ungkap Kanit.

Masih dikatakan Kanit Reskrim Polsek Medan Area, setelah itu anak yang tergabung dalam 16 bendera menuntut balas dengan melakukan penyerangan ke anak Sukaramai yaitu GBN, DENEKE DAN CF.

"Sebaliknya anak-anak yang tergabung dalam tiga bendera melakukan penyerangan balasan, begitu seterusnya saling lempar. Akibat peristiwa tersebut pengguna jalan merasah terganggu dan mereka mengganggu ketertiban umum," jelasnya.

Informasi yang dihimpun, dari 20 orang yang diamankan 16 laki-laki dan 4 perempuan.

"Kami mengamankan anak-anak ini, memanggil orangtuanya untuk dinasehati," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved