Perampokan Indomaret, Muslim Moeis: Polisi Harus Cepat Tangkap Pelaku

Di luar negeri saja, semua gerai waralaba ada tombol khusus yang bisa langsung terkoneksi dengan petugas keamanan.

Perampokan Indomaret, Muslim Moeis: Polisi Harus Cepat Tangkap Pelaku
TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
Praktisi Hukum Kota Medan, Muslim Moeis. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamat hukum Muslim Moeis mengatakan pihak kepolisian harus cepat menangkap pelaku perampokan di Indomaret.

Mengingat ini bukan kali pertama terjadi di gerai waralaba, Indomaret.

"Pertama kejadian perampokan di Simpang kantor yang terjadi sekitar bulan April 2018. Dan yang kedua terjadi di Yos Sudarso pada Kamis kemarin," kata Muslim, Minggu (31/3/2019).

Ia mengatakan untuk itu pebisnis waralaba seperti Indomaret, Alfamidi, dan Alfamart harus terhubung langsung dengan pihak kepolisian untuk pengamanan.

"Di luar negeri saja, semua gerai waralaba ada tombol khusus yang bisa langsung terkoneksi dengan petugas keamanan. Begitu mereka mendapat ancaman, mereka tinggal tekan tombol itu dan petugas keamanan langsung datang. Kenapa ini tidak dicoba sama pengusaha waralaba,"terangnya.

Itupun, kepada petugas kepolisian, agar menstand-by kan personel di setiap gerai waralaba yang terindikasi keselamatannya terancam.

"Seperti gerai yang buka selama 24 jam. Itu harus ada petugas yang berjaga di sana. Kalau tidak ada petugas, bisa saja kejadian perampokan acapkali terjadi dan tidak menutup kemungkinan berlangsung lama,"terangnya.

Mengenai lambatnya penanganan dari pihak kepolisian terkait perampokan di Indomaret, Muslim Moeis menyatakan sebenarnya itu tidak sulit.

Baca: Polisi Sudah Periksa Empat Saksi Kasus Perampokan Indomaret Yos Sudarso, Ini Kata Kapolda

"Tinggal lihat saja dari data data mereka siapa di Sumut ini yang memiliki izin Laras panjang. Kan dua gerai Indomaret ini dirampok dengan pelaku yang menggunakan Laras panjang. Lihat dong data di Sumut ini, siapa saja yang diberi izin mengenakan senjata api tersebut,"katanya.

Apakah perampok dengan menggunakan Laras panjang bisa dikategorikan seorang oknum Polri atau TNI, Muslim menyatakan itu bisa saja.

"Karena, tidak gampang untuk memiliki senjata api, apalagi Laras panjang. Tidak menutup kemungkinan yang melakukan perampokan itu oknum Polri dan atau oknum TNI. Maka dari itu, kita berharap pihak kepolisian cepat mengungkap kasus ini,"ujarnya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved