Seorang Pria Pengangguran Harus Meringkuk di Jeruji Besi Akibat Jualan Sabu

Ali Mukti Maha (29) kini harus mendekam di balik jeruji besi. Pasalnya, pemuda pengangguran warga Desa Bintang Mersada

Seorang Pria Pengangguran Harus Meringkuk di Jeruji Besi Akibat Jualan Sabu
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Ali Mukti Maha (29) menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan petugas darinya saat ia ditangkap, Sabtu (30/3/2019) kemarin. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Ali Mukti Maha (29) kini harus mendekam di balik jeruji besi. Pasalnya, pemuda pengangguran warga Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, ini kedapatan mengantongi paket sabu-sabu.

Ia diciduk saat akan bertransaksi narkoba di halaman Gedung Nasional Djauli Manik, Jalan Sekolah, Kelurahan Sidikalang Kota, Kecamatan Sidikalang, Sabtu (30/3/2019) kemarin.

"Tersangka kita tangkap secara undercover-buy," ujar Kasat Res Narkoba Polres Dairi AKP Robinson Ginting, Minggu (31/3/2019).

Robinson mengungkapkan, penangkapan Ali bermula dari informasi yang diberikan masyarakat.

"Sebelumnya kita dapat info bahwa di seputaran Gedung Nasional Djauli Manik kerap terjadi transaksi narkoba. Informasi itu kemudian kita selidiki," tutur Robinson.

Berbekal informasi itu, personel kemudian menyamar dan mengintai lokasi tersebut.

Alhasil, pada Sabtu (30/3/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, muncul seorang pemuda berciri-ciri sesuai dengan yang diinformasikan, yaitu Ali Mukti Maha.

Petugas yang menyamar pun langsung mendatangi Ali dan berpura-pura membeli sabu-sabu.

Begitu tangannya menyerahkan barang haram tersebut kepada petugas, Ali langsung disergap, lalu diboyong ke kantor Sat Res Narkoba Polres Dairi.

"Tersangka menyembunyikan paket diduga sabu-sabu itu di dalam bungkus rokok," tutur Robinson lagi.

Adapun barang bukti diamankan, sambung Robinson, yakni plastik klip transparan berisi butiran kristal diduga sabu-sabu seberat 0,2 gram dan sepeda motor Honda Vario BK 3411 MAH warna biru yang dipergunakan Ali.

Robinson menambahkan, pihaknya masih memeriksa Ali. Sementara, Ali dijerat dengan Pasal 112 juncto Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved