Kekurangan Komputer, SMA Negeri 12 Pinjam Laptop Siswa untuk UNBK

Jasmen menjelaskan, untuk memenuhi tiga server, artinya dibutuhkan sebanyak 120 unit komputer.

Kekurangan Komputer, SMA Negeri 12 Pinjam Laptop Siswa untuk UNBK
TRIBUN MEDAN/LISKA RAHAYU
Siswa SMA Negeri 12 Medan peserta UNBK berfoto usai melakukan ujian hari pertama, Senin (1/4/2019). Siswa SMA Negeri 12 Medan mengaku tidak ada kendala saat ujian. 

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Demi melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMA Negeri 12 yang berlokasi di Jalan Cempaka Raya, Medan Helvetia, harus meminjam peralatan berupa laptop kepada orangtua siswa.

Pasalnya, sekolah kekurangan peralatan untuk mendukung UNBK tersebut. Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Medan Jasmen Tampubolon mengatakan, pihaknya meminjam kurang lebih 40 unit laptop kepada orangtua siswa untuk UNBK.

"Kita ada tiga server, itu masih harus tetap kerja sama dengan orangtua yaitu peminjaman laptop untuk pengadaan," katanya saat ditemui di SMA Negeri 12 Medan, Senin (1/4/2019).

Jasmen menjelaskan, untuk memenuhi tiga server, artinya dibutuhkan sebanyak 120 unit komputer. Ditambah cadangan, sehingga diperkirakan pihaknya membutuhkan sebanyak 130 unit komputer. Sementara sekolah memiliki sebanyak kurang lebih 80 unit komputer.

"Karena kita ada tiga server, berarti (dibutuhkan) 120 unit, sama cadangan jadi 130 unit. Sekolah kurang lebih 80 unit, jadi lebih kurang 40 unit harus kita pinjam dari siswa. Ya harus seperti itu," jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini hal tersebut rata-rata terjadi di sekolah-sekolah negeri. Padahal sebelumnya pemerintah sudah menjanjikan penambahan komputer untuk mendukung pelaksanaan UNBK.

"Karena sudah jamannya UNBK, kenapa pemerintah masih ragu-ragu menyediakan. Biar sinkron antara program pemerintah dengan sekolah," katanya.

Ia menjelaskan, dalam peminjaman laptop tersebut, ada perjanjian antara pihak sekolah dan orangtua. Di mana pihak sekolah harus mengembalikan laptop dalam keadaan baik seperti ketika dipinjam.

Sementara itu, sebanyak 346 siswa dari SMA Negeri 12 Medan mengikuti UNBK tanpa disertai kendala apa pun. Jasmen mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan sebelumnya. Di antaranya menyurati PLN agar tidak melakukan pemadaman pada tanggal 1, 2, 4 dan 8 April.

"Kita juga meminta agar seluruh trafo yang berhubungan dengan SMA 12 agar diperiksa. Sampai saat ini, dari gelombang pertama tidak ada kendala," ucapnya.

Sementara itu, peserta UNBK SMA Negeri 12 bernama Juliani mengatakan, tidak ada kendala selama ujian berlangsung. Namun beberapa temannya sempat mengalami kendala kecil, tetapi bisa diatasi.

"Katanya sih tadi terkeluar sendiri, tapi bisa masuk lagi," ujarnya.

Sementara itu, UNBK SMA/MA 2019 dibagi menjadi tiga sesi ujian. Untuk hari pertama, siswa menjalani ujian Bahasa Indonesia. 

(cr5/tribun-medan.com)

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved