Pungli 18 Juta, Kasir PDAM Tirta Lihou Sinasih Edison Saragih Kena Pasal Pidana Korupsi

Terdakwa menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan

Pungli 18 Juta, Kasir PDAM Tirta Lihou Sinasih Edison Saragih Kena Pasal Pidana Korupsi
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Oknum Karyawan PDAM Tirta Lihou Sinasih, Edison Saragih (41) yang melakukan pungli Rp 18.800.000 menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Oknum Karyawan PDAM Tirta Lihou Sinasih, Edison Saragih (41) yang melakukan pemungutan liar (pungli) sebesar Rp 18.800.000 menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/4/2019).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Sri Wahyuni Batubara, terdakwa tampak mengenakan kemeja hitam bercorak dengan celana bahan cokelat serta memakai sendal jepit tampak hanya tunduk sepanjang pembacaaan dakwaan.

JPU dari Kejari Simalungun, Sari Ramadani menyebutkan bahwa terdakwa diancam pidana dalam Pasal 12 huruf e UURI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dimana dijelaskan bahwa terdakwa yang merupakan kasir PDAM Tirta Lihou Sinasih telah melakukan pungli pemasangan instalasi sambungan rumah per-pelanggan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Simalungun.

Sari menyebutkan bahwa awal mula kasus pada 2 November 2018 terdakwa melakukan pungli tentang penetapan biaya gratis untuk pemasangan instalasi air sambungan rumah perpelanggan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Simalungun.

"Terdakwa menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri," terangnya.

Tahun 2018 Pemkab Simalungun melalui PDAM Tirta Lihao melaksanakan program Hibah Air Minum Perkotaan bekerjasama dengan Kementerian PUPR berupa sambungan rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk Kabupaten Simalungun sebanyak 1657 (seribu enam ratus lima puluh tujuh) Sambungan Rumah (SR) Kepala Keluarga.

"Dimana untuk PDAM Tirta Lihou Unit Sinasih Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun meliputi 4 desa yaitu Nagori Sinasih, Nagori Mariah Buttu, Nagori Banu Ray dan Nagori Buttu Bayu yang mendapat bantuan Program Hibah Air Minum Perkotaan," jelas JPU Sari dalam dakwaan.

Ia menjelaskan bahwa dari 4 nagori tersebut terdapat 34 KK yang sesuai kriteria MBR. Selanjutnya dijelaskan bahwa untuk mendukung biaya operasional PDAM Tirta Lihou diberi kewenangan untuk mencari dana operasional.

"Sehingga Direktur Utama PDAM Tirta Lihou Simalungun, Benni Purba mengeluarkan Surat Keputusan Direktur Utama PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun Nomor : 695/438A/BU.PDAM/2018 tanggal 21 Mei 2018 tentang Penetapan biaya pemasangan instalasi sambungan rumah per-pelanggan sebesar Rp 1 juta.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved