UNBK se-Kabupaten Dairi, Siswa Mengaku Diuntungkan dengan Model Pilihan Ganda

3.186 siswa/siswi SMA dan SMTK se-Kabupaten Dairi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama

UNBK se-Kabupaten Dairi, Siswa Mengaku Diuntungkan dengan Model Pilihan Ganda
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Ketua MKKS Kabupaten Dairi Anna Lowisa Sianturi menunjukkan suasana pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Sidikalang, Senin (1/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - 3.186 siswa/siswi SMA dan SMTK se-Kabupaten Dairi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama, Senin (1/4/2019). 

Kendati kini tak lagi sebagai penentu kelulusan siswa, UN tampaknya masih tetap menjadi momok bagi para pelajar, termasuk di Dairi.

Devi Melissa br Karokaro misalnya. Siswi Kelas XII jurusan MIPA dari SMAN 1 Sidikalang ini mengaku deg-degan menghadapi UNBK hari pertama. 

Walau demikian, ia berhasil menjawab tuntas seluruh soal yang diujikan.

"Lumayan bikin puyeng sih. Untungnya pilihan berganda, sehingga bisa terisi semua soalnya," kata Devi yang ditemui usai mengikuti UNBK gelombang pertama, Senin (1/4/2019) sekitar pukul 10.00 WIB,

Kebanyakan dari para peserta UNBK yang ditemui Tribun Medan hari itu menilai, soal-soal yang diujikan 'gampang-gampang susah'.

"Menurut aku, soalnya enggak bisa dibilang sulit juga sih. Namun, enggak gampang juga. Soal-soal yang diujikan tadi ada beberapa mirip dengan yang ada di simulasi," aku Nadya br Rajagukguk, peserta UNBK dari SMAN 2 Sidikalang jurusan IPS.

Pendapat senada juga dikatakan Laura Elisa br Malau, peserta UNBK dari SMAN 1 Sidikalang jurusan IPS.

"Paling yang bikin geram, karena ada banyak soal yang teksnya panjang-panjang. Namun, secara keseluruhan menurut aku soal-soalnya enggak terlalu sulit sih," kata Laura.

Hari itu, sebanyak 22 SMA dan 2 SMTK (Sekolah Menengah Theologia Kristen) di Kabupaten Dairi melaksanakan UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia.

"Tidak ada lagi yang UNKP (Ujian Nasional berbasis Kertas Pensil), semua sudah UNBK. SMA atau SMTK yang belum memiliki sarana komputer menyiasatinya dengan menumpang ke sekolah lain yang sudah mempunyai sarana komputer memadai," ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Dairi Anna Lowisa Sianturi.

Anna menyebut, beberapa sekolah yang siswanya terpaksa mengikuti UNBK di sekolah lain, antara lain SMAN 2 Sidikalang yang menumpang ke SMKN 1 Sidikalang dan SMAN 1 Siempat Nempu Hulu yang menumpang ke SMK HKBP Sidikalang.

Selanjutnya, Anna mengatakan pengawasan UNBK di Kabupaten Dairi menggunakan sistem silang murni berdasarkan rayon.

Anna, yang juga Kepala SMAN 1 Sidikalang, ini menambahkan dirinya belum mendapat laporan soal hambatan ataupun gangguan terkait pelaksanaan UNBK hari itu.

“Yang paling dicemaskan itu ialah kalau tiba-tiba mati lampu. Kami dari MKKS sudah menyurati PLN beberapa waktu lalu, dan mereka berjanji berupaya keras untuk membuat listrik tidak padam selama UN. Namun, kami para kepala sekolah tetap mengadakan genset masing-masing untuk mengantisipasi apabila PLN ingkar janji,” pungkas Anna. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved