Viral Medsos

Seorang Mahasiswi WI (22) Laporkan Mahasiswa WS (22) ke Polisi karena Sebar Videonya. . . .

seorang mahasiswi berinisial WI (22) melaporkan teman mahasiswanya berinisial WS (22), ke Polresta Banda Aceh

Seorang Mahasiswi WI (22) Laporkan Mahasiswa WS (22) ke Polisi karena Sebar Videonya. . . .
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Kanit Tipiter Polresta Banda Aceh, Iptu Iskandar Muda meminta keterangan dari pelaku penyebar vidio bugil mantan pacarnya, Senin (1/4/2019). 

Korban melaporkan kasus itu ke Polresta Banda Aceh dan akhirnya polisi langsung menangkap WS.

Kejadian itu diketahui oleh korban pada 12 Maret 2019 lalu.

Saat ini pelaku mendekam di sel Polresta Banda Aceh dan hukuman berat siap menanti dirinya.

Iptu Iskandar mengimbau agar anak muda berhati-hati, terutama dalam mengirim video tak senonoh kepada orang lain, termasuk kepada orang terdekat.

“Kami mengimbau kepada generasi milenial agar tidak percaya kepada siapa pun, meskipun sudah mengenal, karena bisa terjadi seperti yang alami dua orang ini, padahal mereka berpacaran,” tandas Iskandar. (*)

Posili menggiring WS dari sel tahanan Polresta Banda Aceh, Senin (1/4/2019)
Posili menggiring WS dari sel tahanan Polresta Banda Aceh, Senin (1/4/2019) (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

Cewek Sales Rokok Diciduk Sekamar dengan Bosnya di Hotel. Simak kronologinya berikut ini: 

NR (23), wanita asal Bireuen yang berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG) rokok, diciduk dalam satu kamar dengan bosnya RJ (30), di dalam  kamar salah satu hotel di kawasan Peunayong, Banda Aceh.

NR dan RJ diciduk di kamar nomor 522 pada Minggu (31/3/2019) sekira pukul 01.00 WIB.

RJ, tercatat sebagai warga salah satu desa di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Ia adalah team leader (pimpinan tim SPG) tempat NR bekerja.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, Hidayat SSos, mengatakan kedua pelanggar itu sudah ditahan.

Keduanya ditahan di sel Kantor Satpol PP dan WH Aceh sekitar pukul 18.00 WIB tadi sore.

Menurut Hidayat, berdasarkan pengakuan cewek sales rokok dan bosnya itu, keduanya sudah sering berhubungan layaknya suami istri.

Selain di hotel tempat mereka diciduk, RJ dan NR juga sudah pernah melakukan hubungan yang sama di hotel lain, masih dalam kawasan Banda Aceh.

Ia menerangkan, dalam satu atau dua hari ke depan, pihaknya akan memanggil pihak hotel dan memintai keterangan.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan WH Kota Banda Aceh, Zakwan SHI menyebutkan, saat ditangkap RJ dalam kondisi setengah telanjang (tanpa baju).

Sementara NR, wanita yang sehari-hari bertugas mempromosikan dan memasarkan produk rokok bersama RJ dan SPG lainnya, hanya mengenakan baju transparan (tembus pandang).

"Setelah kami pastikan keduanya tidak ada ikatan pernikahan yang sah serta tidak dapat menunjukkan surat apapun terkait keberadaan mereka berdua dalam satu kamar, mereka kita bawa turun dari hotel ke kantor untuk dimintai keterangannya," kata Zakwan.

Dari pengakuan RJ dan NR yang diperiksa secara terpisah, keduanya memberikan keterangan yang sama.

Pada saat digerebek tersebut, mereka sedang ingin memulai hubungan intim.

Keduanya baru sebatas berciuman. Namun keburu digerebek.

"Tapi, keduanya mengaku sudah pernah melakukan hubungan layaknya suami istri lebih dari satu kali. Hanya saat digerebek keduanya belum sempat melakukan itu (berhubungan badan), ungkap Zakwan.

NR dan RJ dinyatakan melanggar Qanun Jinayat Pasal 23 khalwat Jo Pasal 25 tentang ikhtilat.

"Keduanya sudah ditahan. Lalu, dari lokasi kami juga menyita barang bukti berupa busana. Lalu, kami juga sudah meminta keterangan saksi dalam kasus khalwat pemimpin tim dan SPG-nya itu," pungkas Zakwan.

////

Polisi Gerebek 3 Wanita dan 5 Pria dalam Satu Kamar Kos saat Pesta Seks & Narkoba, Satu Siswi Hamil

IlustrasiPolisi Gerebek Kamar Kos, Temukan 3 Wanita dan 5 Pria dalam Satu Kamar, Satu Siswi Hamil 

Terkait Berita Penggerebekan

Sementara, sejumlah remaja diamankan  Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

Para remaja yang ditangkap diduga sedang pesta seks dan narkoba.

Penangkapan dilakukan di dalam sebuah indekos.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Sofyan, mengatakan, kasus tersebut harus disikapi serius oleh aparatur pemerintah.

Ia mengatakan, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara meminta agar aparatur pemerintahan peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Camat, lurah, kades, Ketua RT/RW terutama di wilayah perkotaan, agar memantau keberadaan indekos dan rumah sewa di lingkungannya," ujar Sofyan.

Ia mengimbau warga untuk menggalakkan lagi siskamling.

Hal itu agar bisa memantau keluar masuk orang di wilayahnya.

Selain itu, tuturnya, para aparatur pemerintahan ini mesti membuat imbauan.

Imbauan berupa tamu wajib lapor ke ketua RT/RW dalam waktu 1x24 jam.

Hal itu agar peristiwa pesta seks dan narkoba ini tidak terulang.

Sofyan meminta Dinas Pendidikan merazia barang bawaan para peserta didik.

Dikhawatirkan, kata dia, para pelajar ini terpengaruh dari konten yang ada di dalam ponselnya.

Kasus pesta seks dan narkoba ini diungkap Satuan Sabhara Polres Lampung Utara.

Saat itu, polisi menggerebek sebuah kamar indekos di Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi, Minggu.

Dari dalam kamar itu, polisi menemukan delapan remaja.

Di mana, tiga di antaranya adalah perempuan.

Mereka adalah AK (20), SA (20), MR (17), AP (18), DA (17), RS (16), RI (18), dan FY (23).

Ada satu perempuan yang dalam kondisi hamil yaitu RS, yang masih pelajar.

"Lima dari delapan orang itu, urine nya positif mengandung Methamphetamine (sabu)."

"Mereka kami serahkan ke BNN untuk rehab," ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara Inspektur Satu Andri Gustami.

Lima orang pria itu adalah AK, SA, MR, AP, DA.

Menurut dia, masyarakat resah karena, indekos itu seringkali dijadikan tempat berpesta sabu dan seks.

Andri mengatakan, RS, yang kini hamil dua bulan diduga hasil hubungan pesta seks dengan teman-temannya.

SA, satu remaja yang ditangkap, mengatakan, sabu dibeli patungan dengan teman-temannya satu indekos.

"Per orang sumbangan Rp 25 ribu."

"Pakenya rame-rame," ujar dia.

Kapolres Lampung Utara Ajun Komisaris Besar Budiman Sulaksono mengimbau semua elemen masyarakat untuk tidak cuek terhadap kondisi lingkungan sekitar.

"Tidak boleh cuek, tidak boleh acuh, dan tidak boleh membiarkan."

"Apabila menemukan penghuni rumah yang tidak wajar, anti sosial, tidak mau bergaul, dan tidak ramah lingkungan harus segera didekati Ketua RT atau Ketua Lingkungan," ujarnya.

Menurut dia, peran paling besar dalam membina anak-anak ada di tangan kepala keluarga.

Untuk itu Budiman meminta kepala rumah tangga peduli.

Kepala rumah tangga juga harus memperhatikan anggota keluarganya.(*)

Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved