Warga Ankara dan Istambul Hukum Erdogan yang Sudah 17 Tahun Berkuasa di Turki, Ini Pemicunya

"Saya merasa benci terhadapnya," kata perempuan itu. "Saya selalu memilihnya - tetapi ia telah menghancurkan rakyatnya."

Warga Ankara dan Istambul Hukum Erdogan yang Sudah 17 Tahun Berkuasa di Turki, Ini Pemicunya
AFP
Warga Ankara dan Istambul Hukum Erdogan yang Sudah 17 Tahun Berkuasa di Turki, Ini Pemicunya. Kandidat wali kota Istanbul dari partai oposisi, Partai CHP, Ekrem Imamoglu, mengklaim meraih kemenangan. 

Warga Ankara dan Istambul Hukum Erdogan yang Sudah 17 Tahun Berkuasa di Turki Ini Pemicunya

TRIBUN-MEDAN.COM - Lubang yang ada tampak seluas lapangan sepak bola, dengan kedalaman 50 meter.

Gundukan batu berjejer di permukaan. Satu-satunya tanda kehidupan yang ada adalah burung camar minum air yang tersendat.

Di tempat itu sedianya akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan baru yang serba gemerl di Istanbul: gedung-gedung skala besar untuk apartemen, mal dan spa di kawasan Fikirtepe.

Video promosi tentang pembangunan di tempat itu yang dikeluarkan pada tahun 2010 menunjukkan adanya suatu simbol kekayaan baru Turki.

Namun ketika terjadi masalah keuangan, para investor mundur, dan sebagian besar pembangunan gedung yang direncanakan tidak pernah terwujud.

Bandara IstanbulSalah satu keberhasilan Presiden Erdogan baru-baru ini adalah peresmian bandara baru di Istanbul.

Satu-satunya yang tersisa adalah lubang menganga akibat dari perusahaan-perusahaan yang bangkrut dan janji-janji palsu.

Keadaan itu merupakan gambaran dari lesunya perekonomian secara umum yang menjadi ancaman terbesar bagi kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan selama 16 terakhir.

Jajak pendapat yang dilakukan menjelang pilkada akhir pekan lalu menunjukkan bahwa Partai AK yang berkuasa berpotensi kalah di ibu kota, Ankara - dan bahkan mungkin Istanbul.

Setelah penghitungan suara, partai politik pimpinan Presiden Erdogan tersebut benar mengalami kekalahan di Ankara.

'Saya merasa benci terhadapnya'

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved