Buka Lapangan Kerja, Pemprov Sumut akan Jalin Kerja Sama dengan Jepang, Ini Kata Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Jepang. Di sana ia mengunjungi pusat pemerintahan dan tentunya melihat bagaimana kondisi masyarakat.

Buka Lapangan Kerja, Pemprov Sumut akan Jalin Kerja Sama dengan Jepang, Ini Kata Edy Rahmayadi
TRIBUN MEDAN/SATIA
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memiliki niat baik kepada para siswa-siswi Sekolah Menegah Atas (SMA) di seluruh Sumut. Pasalnya, bagi para siswa-siswi lulus terbaik bisa memiliki cita-cita untuk bekerja lebih baik di luar negeri, Rabu (3/4/2019).

Beberapa waktu lalu, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Jepang. Di sana ia mengunjungi pusat pemerintahan dan tentunya melihat bagaimana kondisi masyarakat yang bekerja di sana.

Setelah berada di sana, ia memiliki niat untuk menjalin kerjasama antara Sumut dan Jepang dalam dunia pendidikan dan lapangan pekerjaan.

"Saya baru dari Jepang, dan saya berbicara dengan gubernur Jepang di Nagoya, mereka siap untuk menampung para siswa lulusan terbaik di Sumut. Dan akan terus saya tindaklanjuti," ucapnya.

Setelah itu, Edy Rahmayadi juga menyampaikan, saat ini tengah melakukan upaya-upaya program kerjasama dengan Negera Jepang. Di mana kerjasama itu akan membuat kesepakan antara Pemprov Sumut dengan Jepang dalam kontrak kerja.
Nantinya para siswa lulusan terbaik di Sumut bisa mendaftarkan dirinya untuk bekerja di luar negeri.

"Ini mungkin salah satu tenaga kerja yang akan menjadi peluang untuk anak-anak kita," katanya.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan tenaga kerja di Sumut. Lalu, Edy Rahmayadi juga menyebutkan, untuk mendapatkan siswa-siswi dengan lulusan terbaik, pastinya didukung oleh seorang guru yang memiliki pengalaman dalam mengajar.

Langkah ini dilakukan agar bisa mendapatkan kualitas seorang siswa terbaik dari guru berkualitas. "Makanya honorer kita nanti ditahun ajaran baru akan menaikkan gaji ke Rp 90 ribu. Di Jepang sana gaji guru itu sangat mahal sekali," ujarnya. Menurutnya, memang harus seorang guru itu mendapatakan gaji yang tinggi, karena tidak mungkin harga rendah bisa menghasilkan kualitas terbaik.

"Memang kualitas baik itu harus mahal.
Kita akan evaluasi kalau tidak cocok jadi guru tidak akan kita jadikan guru," jelasnya. Mantan Pangkostrad ini mencontohkan, negara Singapura itu bisa mendapatkan atau menghasilkan kualitas-kualitas siswa terbaik, dikarenakan dibekali dengan seorang guru memiliki kuantitas baik.

Kemudian, Edy Rahmayadi mengatakan, maka tidak menutup kemungkinan 30 tahun ke depan akan menghasilkan pemimpin baru di Sumut.

"Saya harap 30 tahun mendatang siswa-siswi ini bisa menjadi gubernur selanjutnya," katanya.
Ke depanya akan bikin SMA percontohan di setiap kabupaten/kota, untuk bisa ditarik ke sekolah-sekolah favorit di Sumut.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved