Di Medan Terjadi 308 Kasus Perceraian hingga Februari 2019, Pasangan Muda Mendominasi Faktor Ekonomi

Muslih, Mh menyebutkan bahwa masih memasuki dua bulan hingga akhir februari 2019 sudah ada 308 kasus perceraian.

Di Medan Terjadi 308 Kasus Perceraian hingga Februari 2019, Pasangan Muda Mendominasi Faktor Ekonomi
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Panitera Pengadilan Agama Medan Kelas I A, Muslih yang menyebutkan tingkat perceraian di kalangan pasangan muda mendominasi di 2019 saat di jumpai di Kantornya, Jl. SM Raja, Medan. 

"Yang dikabulkan dan diputus 280 putus cerai. Yang lainnya dicabut, ditolak dan tidak diterima serta sebagian lainnya digugurkan. Ada 28 kasus berdamai, lazimnya ada komitmen dari kedua belah pihak, dan faktornya pengarahan dari hasil mediasi oleh mediator dan bisa juga dapat juga terjadi upaya penasehatan dari majelis hakim sebelum dilimpahkan kepada mediator," tambahnya.

Berkaca dari kasus percereraian di 2018, Muslih menjelaskan dari 2861 kasus. Sebanyak 2238 perkara diajukan oleh pihak istri dan 623 pihak suami.

"Dari semuanya itu terdapat 199 kasus ditolak/tidak diterima tidak sanggup membayar biaya," pungkas mantan Panitera PA Lubukpakam.

Anak-anak jadi Korban

Pengamat Sosial, Dr Bakhrul Khair Amal M.Si menyebutkan korban dari sebuah perceraian adalah anak-anak yang ditinggalkan oleh para ayah dan ibu.

"Korban dari sebuah perkawinan adalah karena hancurnya dua orang dewasa yang bersalahpaham yang dikorbankan kepada anak. Orang dewasa mungkin bisa merasa selesai tapi bagi anak belum tentu bisa menerima. Selanjutnya muncul syok terkejut serta ketakutan atau mungkin menjadi sebuah keluarga yang broken home," terangnya.

Hal tersebut nantinya akan membuat sang anak akan lebih selektif untuk memilih pasangan, bahkan akan timbul ketakutan untuk menikah.

"Ketika nantinya sang anak beranjak dewasa dia akan lebih selektif agar tidak jatuh ke dalam ini. Bahkan yang terburuk bisa ada trauma terhadap pernikahan," tuturnya.

Faktor ekonomi seharusnya tidak menjadi alasan bagi pasangan untuk bercerai karena hal itu sudah harus dibahas sebelum pernikahan.

"Kemiskinan itu yang menyebabkan mereka berpisah karena persoalan komin. Itu harus dibahas sebelum ketika masuk dalam perkawinan. Lalu masuk perkawinan lalu itu terjadi.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved