Viral Medsos

Sempat Viral Tantangan Pindah Negara untuk Yunarto Wijaya, Pendukung Prabowo Mendadak Hapus Akunnya

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya ditantang untuk pindah negara jika Prabowo Subianto menang

Sempat Viral Tantangan Pindah Negara untuk Yunarto Wijaya, Pendukung Prabowo Mendadak Hapus Akunnya
TribunnewsBogor.com
Yunarto Wijaya dan Capres 02 Prabowo Subianto 

Namun ia tak menjawab tantangan Yunarto Wijaya sebagai syarat taruhan tersebut.

Ia tak menyanggupi, kalau dirinya juga akan pindah negara jika Prabowo yang kalah.

"Catat yg tak,pkknya jae kalah ente pindah ke negeri komunis mau china atau korut,"katanya.

Yunarto Wijaya pun menegaskan Tweet yang sebelumnya.

"Berlaku buat anda juga ya? serius kita jadikan ini bukti... saya serius...," katanya menegaskan.

Tantangan itu pun disanggupi pemilik akun tersebut.

"Ok tak deal ya

China atau Korut ya," tulisnya.

Yunarto Wijaya ditantang pindah negara jika Jokowi kalah
Yunarto Wijaya ditantang pindah negara jika Jokowi kalah (Twutter/@yunartowijaya)

Yunarto Wijaya pun menyetujui taruhan itu.

"Sip... Screenshot sudah...," tulisnya.

Sementara itu Yunarto Wijaya hanya tertawa saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (2/4/2019).

“Haha ngapain ginian dijadiin berita,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Ia pun tampaknya hanya menanggapi tantangan tersebut dengan candaan.

Ia malah menginformasikan soal rencana dirinya yang akan merilis survei terbaru jelang Pilpres 2019.

Survei Charta Politika

Survei terbaru Charta Politika 1-9 Maret 2019 menunjukkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih lebih unggul dibanding pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf Amin dipilih oleh 53,6 persen responden.

Sementara responden yang memilih Prabowo-Sandi sebesar 35,4 persen.

Sisanya sebanyak 11 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

"Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan selisih 18,2 persen," kata Yunarto saat merilis hasil survei di kantornya di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Direktur Eksekutif Charta PolitikaYunarto Wijaya mengatakan, angka elektabilitas kedua pasangan calon ini cendrung stagnan sejak survei bulan Oktober 2018 dan Januari 2019.

Menurut dia, stagnansi ini terjadi karena pendukung fanatik kedua pasangan calon yang sudah terbelah sejak pemilihan presiden 2014 lalu.

Selain itu, masa kampanye yang panjang juga membuat masyarakat jenuh.

"Mau ada gelombang tsunami apapun susah untuk merubah angka ini," kata Yunarto.

Yunarto menilai dalam sisa waktu kampanye kurang dari satu bulan ini maka Prabowo-Sandi harus melakukan akselerasi untuk meningkatkan perolehan suara mereka jika ingin keluar sebagai pemenang.

Sementara pekerja rumah bagi Jokowi-Ma'ruf adalah bagaimana mempertahankan para pemilih mereka.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 2000 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Survei menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error plus minus 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Taruhaan Pindah Negara Batal, Pendukung Prabowo Hapus Akun Twitternya: Yunarto Wijaya: Payah

Namun, baru-baru ini dikabarkan taruhan antara pendukung Prabowo Subianto dengan Yunarto Wijaya batal.

Padahal sebelumnya, pemilik akun twitter @TaufanHikmat pun telah sepak untuk pindah negara jika Capres nomor urut 02, Jokowi-Maruf Amin menang di Pilpres 2019.

Akun itu mendadak menghilang setelah beberapa jam yang lalu menantang taruhan Yunarto Wijaya di twitter.

Pemilik akun menghapus semua Tweet-nya yang menantang Yunarto Wijaya untuk pindah ke Cina atau Korea Utara jika Prabowo Subianto menang.

Berdasarkan penelusuran TribunnewsBogor.com, Selasa (2/4/2019) hingga pukul 17.30 WIB, akun @TaufanHikmat tak ditemukan lagi saat dicari di twitter.

Pemilik akun @TaufanHikmat tampak dihapus akun twitter miliknya.

Akun twitter yang menantang Yunarto Wijaya tak bisa ditemukan dimesin pencarian twitter hingga pukul 17.30 WIB
Akun twitter yang menantang Yunarto Wijaya tak bisa ditemukan dimesin pencarian twitter hingga pukul 17.30 WIB (screnshoot twitter)

Padahal sebelumnya, ia kerap membalas setiap Tweet nyinyir dari netizen lain kepadanya.

Ketika dikonfirmasi, Yunarto Wijaya hanya tertawa dengan ulah pemilik akun tersebut.

Yunarto Wijaya pun menganggap Tweet akun tersebut sekedar candaan saja.

“Haha ngapain ginian dijadiin berita,” katanya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (2/4/2019).

Lewat akun twitternya, Yunarto kembali mencuitkan kicauannya di akun twitter pribadinya @Yunartowijaya pada Selasa (2/4/2019).

Dalam cuitannya, Yunarto mengemukankan jika taruhan pindah negara tidak jadi.

Sebab, pemilik akun yang menantangnya menghapus akun twitternya.

"Wah payah taruhan pindah negara gak jadi, orangnya ngapus twit..." kata Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya ditantang pindah negara jika Jokowi kalah
Yunarto Wijaya ditantang pindah negara jika Jokowi kalah (twitter @yunartowijaya)
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved