Viral Medsos

UPDATE Kasus Diskriminatif, Kapolres Sahat Hasibuan: Kasus Sudah Selesai dan Peraturan Telah Dicabut

Viral seorang warga Katolik yang akan menyewa rumah di Padukuhan Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret

UPDATE Kasus Diskriminatif, Kapolres Sahat Hasibuan: Kasus Sudah Selesai dan Peraturan Telah Dicabut
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Kepala Dukuh Karet, Iswanto (Kaos Kuning), Slamet Jumiarto (Tengah), Dan Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan (sragam Polisi) Setelah Mendengar Pencabutan Peraturan Dusun Yang Diskriminatif di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Selasa (2/4/2019) siang. 

Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan mengatakan, jika kasus ini sudah selesai, dan peraturan tersebut juga sudah dicabut.

/////

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah heboh kasus pemotongan salib di nisan seorang umat Katolik di Desa Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, kasus diskriminasi kembali mencuat dari Yogyakarta.

Kali ini menimpa seorang warga Katolik yang akan menyewa rumah di Padukuhan Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Berada tak jauh dari situs Pleret, dusun yang dihuni kurang lebih 540 kepala keluarga, memunculkan polemik karena kedatangan Slamet Jumiarto (42), warga pindahan dari Desa Mancasan, Pendowoharjo, Bantul, yang mengontrak rumah sederhana di Dusun Karet, Jumat (29/3/2019).

Awalnya, ayah dua orang anak tersebut diterima baik pemilik rumah.

Bahkan, dirinya menyebut, pemilik rumah tidak mempermasalahkan agama yang dianutnya.

Setelah merapikan rumah kontrakan yang terletak di gang kecil di Pedukuhan Karet, RT 008 pada Minggu (31/3/2019), sebagai warga baru, pria yang berprofesi sebagi pelukis ini melapor ke ketua RT.

Di sana, ia memberikan fotokopi KTP, KK, hingga surat nikah.

Namun, saat diperiksa, diketahui dirinya beragama Katolik, dan ditolak untuk tinggal.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved