Warga Kecamatan Merdeka dan Desa Gongsol Minta Tanah Ulayat Mereka Dikembalikan

Diketahui, warga tersebut sudah melakukan aksi serupa beberapa hari lalu, namun kali ini dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Penulis: Muhammad Nasrul |
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Warga Kecamatan Merdeka dan Desa Gongsol Minta Tanah Ulayat Mereka Dikembalikan. Puluhan warga Desa Merdeka dan Desa Gongsol, kembali menduduki lahan yang saat ini digunakan oleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk dan PTPN 4, di Jalan Gundaling, Kecamatan Merdeka, Rabu (3/4/2019). 

Warga Kecamatan Merdeka dan Desa Gongsol Minta Tanah Ulayat Mereka Dikembalikan 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Puluhan orang dari Desa Merdeka dan Desa Gongsol, kembali menduduki lahan yang saat ini digunakan oleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, dan PT Perusahaan Negara 4, Jalan Gundaling, Kecamatan Merdeka, Rabu (3/4/2019).

Diketahui, warga tersebut sudah melakukan aksi serupa beberapa hari lalu, namun kali ini dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Menurut keterangan dari seorang warga History Ginting, aksi yang mereka lakukan ini bertujuan merebut kembali tanah leluhur mereka atau yang disebut ulayat.

Dikatakannya, menurut sejarahnya leluhur mereka sempat menyewakan tanah tersebut kepada bangsa Belanda.

Namun, pada saat bangsa kolonial hengkang dari Bumi Turang, aset itu tidak jelas kepemilikannya. Dirinya menyebutkan, seharusnya hak akan lahan tersebut kembali kepada pihak ahli waris.

"Pada tahun 1917 tanah ulayat kami ini disewakan sama nenek kami ke Belanda, tapi kenapa sampai sekarang tanah ini tidak kembali kepada kami, ini sama saja seperti masih dijajah," ujar History.

Aldino Herdianto Nongkrong Bareng Penggawa PSMS di Kebun Bunga, Pelatih Berikan Sinyal Positif

Mayjen (Purn) Sumiharjo Pakpahan Berikan Pelatihan Membatik untuk Pelajar di Pematangsiantar

FOTO-FOTO Mengintip Bangku Kosong Mendominasi Rapat Paripurna DPRD Sumut

 Geger Akun Nurhadi-Aldo Pamit Jelang Pemilu, Ini Penjelasan Nurhadi. . .

Untuk itu, pria berambut gondrong itu menyebutkan aksi mereka ini ingin menuntut kembali hak warga akan lahan tersebut.

Terlebih, hingga saat ini di kedua desa tersebut belum memiliki fasilitas umum yang mencukupi. Seperti adanya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), hingga Sekolah Dasar (SD).

"Puskesmas kecamatan itu ada di Desa Merdeka, tapi kondisinya saat ini sudah diapit rumah-rumah warga. Anak-anak kami juga kalau mau sekolah harus berangkat ke Berastagi, jadi kami juga harus mengeluarkan uang untuk ongkos anak pergi sekolah," ucapnya.

Tata Rias Saat Nikah Amburadul, Pengantin ini Dirias Ulang dan Hasilnya Memukau

FOTO-FOTO Wisatawan Ramai Mengunjungi Masjid Raya Al Mashun Saat Liburan Isra Miraj

Jasmin Terancam Penjara karena Jual Kayu Perhutani untuk Beli Beras, Dikenal Jujur dan Pekerja Keras

Ribuan Warga Medan Hadiri Peringatan Isra Miraj Rasulullah SAW di Istana Maimun

Amatan www.tribun-medan.com, para pendemo terlihat membawa spanduk dan membentangkannya di bagian pintu masuk lahan yang kini menjadi tempat peristirahatan itu.

Diketahui, luas tanah yang diduga menjadi tanah adat itu sekitar 9.000 meter persegi. Di atasnya, terdapat dua bangunan yang dijadikan mess dan bungalow.

Selain itu, di tempat yang sama mereka juga terlihat mendirikan bangunan dari bambu yang digunakan sebagai posko.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved