Bertengkar karena Minta Putus, Karyawan Spa Tewas Ditikam Pria Selingkuhannya

Pembunuhan berawal dari pertengkaran tersangka dan korban setelah Dewi meminta putus.

Bertengkar karena Minta Putus, Karyawan Spa Tewas Ditikam Pria Selingkuhannya
Facebook via Tribun Manado
Dewi Yuwaningsih Gedoan 

“Saya ambil pisau itu dan menikam korban. Namun, ditangkis pakai tangan kiri. Tusukan kena leher dan membuatnya terdiam. Saat itu juga, saya langsung dorong ke dalam kamar mandi dan menikam lehernya lagi karena dia berusaha merampas pisau yang saya pegang,” tambahnya.

Korban akhirnya tergeletak ke lantai kamar mandi dengan darah berceceran di lantai.

“Saya tunggu sampai dia (korban) tidak bergerak lagi, lalu saya keluar dan menceritakan perbuatan saya ke istri saya,” ungkapnya

Tersangka Hendrik mengaku menikam korban berkali-kali di lehernya.

"Saya sudah tidak ingat lagi berapa kali menikam dia. Yang saya ingat, saya mengarahkan pisau itu ke lehernya. Dia terus melawan, dan saya mendorong dia ke dalam kamar mandi, dan kembali menikam korban di leher," jelasnya.

Kapolsek Wanea Kompol Hamsy, mengatakan bahwa korban ditemukan tak bernyawa di kamar mandi. Tubuh korban berlumuran darah

"Saat ini, kami sedang menunggu dokter forensik untuk otopsi jenazah korban yang saat ini ada di ruang pemulasaran RS Bhayangkara Karombasan," ungkap Kompol Hamsy.

 

Setelah membunuh korban, Hendrik Katuuk mengunci pintu kamar kos Dewi Gedoan.

Setelah membunuh korban, Hendrik mengaku pulang ke rumah dan menceritakan semua perbuatannya kepada sang Istri.

Pihak keluarga mengantarkan tersangka menyerahkan diri ke Polsek Wanea.

"Saat korban ditemukan, ada banyak darah berceceran di lantai. Wanita asal Talaud itu kemudian dipastikan sebagai korban pembunuhan. Tidak lama kemudian, menyusul seorang pria datang ke Polsek, dan ternyata dia tersangkanya," beber Kompol Hamsy

Kompol Hamsy mengatakan, tersangka ditahan di Polresta Manado untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

"Saat ini kami menitipkan tersangka di Polresta Manado untuk menjaga kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Sebab, pihak keluarga korban banyak yang datang ke polsek dan juga ke rumah sakit," bebernya.

Keluarga Syok

Diltje Munde (53), bibi korban, mengatakan pihak keluarga syok saat mendengar kabar meninggalnya Dewi.

Perempuan setengah abad ini mengaku tak mengetahui persoalan yang terjadi antara korban dengan tersangka.

"Saat menerima telepon dari keluarga di Tondano, kami sangat terkejut," ungkapnya.

Namun, katanya, hal ini tidak berarti proses hukum berhenti. Proses perkara, katanya, harus tetap berjalan.

Menurut Diltje tersangka Hendrik memberitahukan alamat adik korban ke polisi untuk mengabarkan kematian korban.

Jenazah korban, kata Diltje, akan dinaikkan kapal laut ke Talaud pada Jumat (5/4/2019).

Sementara kedua orangtua korban saat berita ini diturunkan, tengah dalam perjalanan dari Talaud ke Manado.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Asmara Karyawati Dengan Sopir Bank Berakhir Tragis, Hendrik Habisi Dewi Setelah Cekcok.

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved