BREAKING NEWS: Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Divonis 7 Tahun dan Hak Politiknya Dicabut

Dan menghukum terdakwa dengan 7 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta dan apabila tidak dibayarkan diganti dengan kurungan 2 bulan penjara,

BREAKING NEWS: Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Divonis 7 Tahun dan Hak Politiknya Dicabut
TRIBUN MEDAN/Victory Arrival Hutauruk
BREAKING NEWS: Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Divonis 7 Tahun dan Hak Politiknya Dicabut . Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Irwan Ritonga di Ruang Cakra Utama, PN Medan, Kamis (4/4/2019). 

BREAKING NEWS: Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Divonis 7 Tahun dan Hak Politiknya Dicabut

TRIBUN-MEDAN.com-Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Irwan Effendy di Ruang Cakra Utama, PN Medan, Kamis (4/4/2019).

Terdakwa juga dikenakan biaya denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan. Dengan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 42,28 miliar dan SGD 218.000 dollar Singapura.

"Bahwa terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Dan menghukum terdakwa dengan 7 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta dan apabila tidak dibayarkan diganti dengan kurungan 2 bulan penjara," terang Hakim.

Majelis hakim menjerat terdakwa dengan Pasal 12 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Dengan ketentuan jika tidak dibayar dalam satu bulan maka harta bendanya akan dilelang dan apabila tidak mencukupi untuk menutupi kerugian negara maka diganti dengan satu tahun penjara," tegasnya.

NMAX Facelift 2019 Makin Dekat, Sales Diler Yamaha Beber Estimasi Kenaikan Harga Edisi Terbaru

Punya Harta Rp 161 Triliun Pria Ini Cuma Pakai Sepatu Karet dan Cuma Habiskan Rp 200 Ribu Per Hari

VIDEO: Polrestabes Medan Musnahkan Narkotika Golongan 1 dalam Skala Besar

Mantan Pelatih Futsal PON Sumut Alpinus Kecelakan, Para Insan Futsal Doakan dan Bersiap Galang Dana

Hakim Irwan juga memberikan terdakwa hukuman tambahan dengan pencabutan hak politik berupa hak untuk dipilih selama 3 tahun.

"Memberi hukuman tambahan terhadap terdakwa berupa pencabutan hak dipilih selama 3 tahun setelah terdakwa menjalani hukuman pokok," terangnya.

Bagi Hakim, hal yang memberatkan terdakwa bahwa terdakwa Pangonal tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas KKN.

Bertengkar karena Minta Putus, Karyawan Spa Tewas Ditikam Pria Selingkuhannya

Detik-detik 2 Kapal Berbendera Malaysia Dikejar KKP, Diberi Tembakan Peringatan Supaya Menyerah

"Sedangkan hal yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya. Serta terdakwa juga dalam pledoinya salah satu poinnya yang kita terima bahwa terdakwa memang adalah tulang punggung keluarga," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved