Gubernur Edy Tak Setuju Ada KJA di Danau Toba tapi Takut Pekerja dan Pemilik Kehilangan Nafkah

Akan tetapi Edy Rahmayadi belum bisa melakukan tindakan lebih cepat dulu, karena masih memikirkan nasib masyarakat yang bekerja di perusahaan KJA

TRIBUN MEDAN/SATIA
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, saat menyambangi SMAN 1 Medan, Jalan Cik Ditiro, 

TRIBUN MEDAN.com- Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan mencari solusi untuk bisa mengembalikan kualitas air Danau Toba.

Dikarenakan, saat ini kualitas air sudah sangat tercemar dengan banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA).

Akan tetapi Edy Rahmayadi belum bisa melakukan tindakan lebih cepat dulu, karena masih memikirkan nasib masyarakat yang bekerja di perusahaan-perusahaan KJA atau yang memilikinya langsung.

Beberapa waktu lalu, Edy Rahmayadi sudah memberikan surat peringatan kepada PT Aquafram Nusantara terkait pembuangan bangkai ikan-ikan ke dasar perairan danau tersebut.

Setelah mendapatkan surat, Edy mengatakan, pihak perusahaan sudah menyampaikan untuk mengembalikan pencemaran yang telah dilakukan.

"Jadi begini, saya sudah melakukan, peringatan kepada PT Aquafram Nusantara, dia berusaha untuk mengembalikan pencemaran yang telah dilakukan," kata Edy Rahmayadi, seusai memimpin rapat persiapan jelang Pemilu serentak, di lantai dua, Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (4/4/2019).

Ini Pernyataan Kapolda Sumut Terkait Video Perangkat Desa dan Kepolisian di Asahan Dukung Capres 01

Memeras Bandar Narkoba Rp 20 Juta, Tiga Anggota Polsek Medan Area dan Satu Wartawan Ditangkap

Konvoi Kampanye PDI-Perjuangan Gunakan Knalpot Bising Dikawal Patwal, Begini Penjelasan Polisi

Yuni Shara Jelaskan Beda Suasana Istana Negara: Zaman Pak Harto Angker, Gus Dur Santai

Kemudian, Edy Rahmayadi sangat tidak setuju dengan adanya KJA di perairan danau itu, karena bisa merusak lingkungan, baik dari pemberian pakan.

Tetapi, dirinya tidak bisa berbuat terlalu cepat lantaran masih memikirkan para pekerja yang ada di perusahaan-perusahaan itu.

TRIBUNWIKI: 5 Kuliner Non Halal Terkenal yang Pantang Dilewatkan di Medan

Kesalahan Pria Saat Kencan Pertama yang Sering Buat Perempuan Tidak Nyaman

Musaanah Tidur di Atas Makam Putrinya yang Jadi Korban Tabrak Lari, Mengaku Belum Bisa Merelakan

Apalagi dikethaui ada juga beberapa KJA itu dimiliki langsung oleh warga.

"Saya dari awal memang tidak setuju itu (KJA), tapi kalau itu saya lakukan secara mendadak seperti ini, ada sekitar 3000 ribu orang atau penduduk di situ bekerja disana kemungkinan akan terancam tidak bekerja kalau terjadinya penutupan secara langsung," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Satia
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved