TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: 2 Pasar Tradisional di Medan yang Buka Sejak Dini Hari

Tak hanya pedagang begitu juga pembelinya, yang berbelanja di pagi dini hari untuk berbagai keperluannya.

Tayang:
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
TRIBUNWIKI: 2 Pasar Tradisional di Medan yang Buka Sejak Dini Hari. Aktivitas Pedagang dan Pembeli di Pasar Tradisional MMTC di Jalan William Iskandar PS. 5 Kota Medan, Kamis, (4/4/2019). 

TRIBUNWIKI: 2 Pasar Tradisional di Medan yang Buka Sejak Dini Hari

TRIBUN-MEDAN.com-Medan merupakan kota Metropolitan yang aktivitas sebagian masyarakatnya sampai 24 jam. Begitu juga dengan aktivitas perekonomiannya dari pagi sampai pagi kembali.

Hal ini dapat dilihat dari satu di antara potret dua Pasar Tradisional yang buka dini hari di kota tersebut.

Beberapa pedagang Pasar Tradisional di Kota Medan, pagi dini hari sudah memulai aktivitasnya. Tak hanya pedagang begitu juga pembelinya, yang berbelanja di pagi dini hari untuk berbagai keperluannya.

Seperti, keperluan pedangang dan untuk acara pesta. Ibu Br Sipayung pedagang sayur-sayuran di Pasar Tradisional Sei Sikambing menjelaskan biasanya jika untuk keperluan belanja kebutuhan sehari-hari para pembelinya pada pukul 07.00 WIB.

“Kalau belanja pukul 04.00 itu biasanya orang jualan atau pedagang nasi padang kebanyakan atau pedagang lainnya. Kalau untuk ibu rumah tangga untuk kebutuha sehari-hari itu kebanyakan mereka belanja pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB,” ujarnya, Kamis, (4/4/2019).

Biasanya aktivitas pedagang Pasar Tradisional beraktivitas pada pukul 03.00 pagi dini hari. Baik itu aktivitas memulai menyusun dan merapikan barang-barang dagangannya serta sampai pukul 03.00 WIB ke atas untuk memulai operasional berdagang.

Pedagang pasar Trasional ini juga ada yang berdagang di pinggiran jalan dan ada pula yang berdagang di dalam Pasar Tradisional berdasarkan tempat berdagangnya yang sudah di kontraknya dari pihak pengolah pasar trdisional.

Simaklah sebagai berikut yang merupakan potret aktivitas dua pasar tradisonal yang buka pagi dini hari di Kota Medan.

1.  Pasar Tradisional Sei Sikambing.

 Dari penjelasan satu di antara pedagang Pasar Tradisional Sei Sikambing yaitu pedagang ikan asin, Ibu Juminer Br Sitanggang, mengatakan  bahwa Pasar Tradisional ini berdiri sekitar tahun 1978.

“Saya sudah 40 tahun berjualan di sini, anakku pun sudah berusia 43 tahun. Kalau Pasar Tradisonal Sei Sikambing ini berdiri sekitar tahun  1978. Saya bukan orang pertama yang berdagang di sini, kalau buka pasar ini, ya dari beres-beres itu ada dari jam 03 .00 WIB,” ucapnya sambil menimbang barang jualannya di timbangan miliknya.

Ibu Br Sipayung pedagang sayur-sayuran di Pasar Tradisional Sei Sikambing.
Ibu Br Sipayung pedagang sayur-sayuran di Pasar Tradisional Sei Sikambing. (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Ia juga menambahkan bahwa mulai ramainya pembeli di pasar tersebut setiap hari pada pukul 05.00 WIB. Akan tetapi, tentang pedapatan tidak seperti banyaknya pendapatan seperti dahulu.

Karena, lapak dagangannya berada di dalam pasar tersebut. Dalam hal ini juga Ia menjelaskan keramaian pembeli itu berada di lapak pedagang yang dekat dengan jalan lintas.

“Pasar ini sudah direhab dua kali, kalau dahulu di luar pasar ini saya berjualan. Tetapi sekarang sudah dapat tempat di dalam, jadi berjualan di tempat ini. Dahulu di luar ramai yang beli  tetapi sekarang sudah tidak seperti dahulu lagi, mau menyewa lapak rumah dekat jalan lintas sangat mahal biaya sewanya. Ya kalau sekarang pembeli tempat saya itu hampir rata langganan  saya kalau tak ada langganan lumayan sunyi,” katanya.

Juminer juga menjelaskan kalau Pedagang Pasar Tradisional ini biasanya tutup jualanya pada pukul 17.00 WIB, tetapi hanya sebagian para pedagang. Ia juga mengatakan bahwa di Pasar tersebut beraneka ragam jualan bahan pokok sehari-hari.

Ada penjual, sayur-sayuran, buah-buahan, ayam, kelapa, tahu dan tempe, sembako, daging sapi dan kambing dan ikan laut serta bahan-bahan pokok sehari-hari.

Kemudian, dari penjelasan pedagang ikan laut di Pasar Tradisional Sei Sikambing, Yuli mengatakan bahwa Ia setiap hari pada pukul 03.00 WIB sudah membuka dagangannya.

“Ya walaupun harga ikan laut tidak stabil akhir-akhir ini, kami tetap buka pukul 03.00 WIB pagi dini hari. Karena di pukul 04.00 WIB langganan yang pedagang rumah makan sudah pada kemari.

Ya kalau tutup sampai pada pukul 19.00 WIB malam hari ya, terus ada ikannya. Kami ambil ikannya dari Belawan,” ucapnya sambil memilah-milah ikan untuk pembelinya.

Yuli juga menjelaskan bahwa Ia dan orang tuanya sudah sekitar puluhan tahun berjualan di Pasar Tradisional Sei Sikambing. Ia juga menjelaskan kalai libur berjualan ketika nelayan tidak ke laut atau hari-hari besar seperti hari lebaran.

Drai pantauan www.tribun-medan.com Pasar Tradisional Sei Sikambing ini tak hanya tempat berbelanja bahan pokok sehari-hari, namun bisa menjadi destinasi wisata kota.

Karena tempatnya bernuansa aktivitas yang sangat dikatakan alami dan eksotis, baik itu aktivitas penjual dan pembeli yang lagi tawar-tawaran harga maupun aktivitas pedagang yang sedang asyik dengan menjual barang dagangannya.

Hal ini yang membuat nuansa alami pasar tradisional itu menjadi eksotis apabiala menjadi background foto dan spot foto tersebut. Pasar Tradisional Sei Sikambing Kota Medan ini terletak di Jalan Gatot Subroto, apabila masuk dari pintu sampingnya berada di Jalan Kapten Muslim, Kota Medan.

Untuk akses menuju Pasar Tradisonal Sei Sikambing sangat mudah, karena dekat dengan jalan lintas kota yang dilalui angkutan umum.

Bagi pengunjung juga dapat menempuh akses tersebut dengan becak bermotor, yang merupakan ikon unik di Kota Medan. Tak hnaya becak di masa saat ini juga ada namanya ojek online dan taxi online.

Nah, bagi pengunjung yang membawa kendaraan jangan ragu masalah parkir karena ada tempat parkir yang disediakan oleh pihak pengelolah pasar tersebut.

Pasar Tradisional MMTC

Pasar Tradisional MICC ini terletak di Jalan William Iskandar PS. 5, Kota Medan. Menurut satu di antara pedagangan Pasar Tradisional MMCT, Penjual Bawang, Mama Rosa, mengatakan bahwa pasar tersebut mulai operasional tak tentu. Terkadang mulai operasional pada pukul 24.00 WIB dan juga terkadang pada pukul 01.00 WIB.

Rosa juga mengatakan tidak tentu bukanya para pedagang-pedagan di Pasar Tradisional MMCT. Akan tetapi hampir rata pedagang membuka dan mulai operasional pada pukul 02.00 WIB pagi dini hari.

“Di sini tergantung bukanya, kadang pukul 24.00 WIB, kadang 01.00 WIB, tetapi hampir rata para pedagang buka lapak dagangannya pada pukul 02.00 WIB. Ini saya jualan sudah ada lah puluhan tahun tetapi tidak di sini jaualnnya. Dahulu saya berjuan di pajak perjuangan, kemudian pindah ke mari. Di Pasar Tradisional MMCT ini baru dua tahun karena baru dibangun ini,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ini disebut dengan Pasar Malam Dalam hal ini juga Rosa mengatakan bahwa Pasar Tradisional MMCT ini diolah oleh satu pihak bukan pihak dinas.

Ia juga menjelaskan bahwa berjualan di Pasar Tradisional MMCT membayar distributor perharinya untuk biaya listrik dan sampah sekitar Rp 20 ribuan.

Kemudian, Rosa juga mengatakan bahwa barang dagangannya yaitu bawang berasal dari Kota Padang, Pulau Jawa dan Berastagi.

Pedagang Rempah-rempah di Pasar Tradisional MMCT, Situmorang juga mengatakan Pasar Tradisional MMCt biasanya tutup pada pukul 22.00 WIB, terkadang ada juga pedangan yang buka sampai 24 jam.

“Enak la jualan di Pasar Tradisional MMCT, tempat para pedagangnya juga sangat tertata rapi dan tidak semraut. Jadi orang-orang mau membeli tidak berdesak-desakan atau bingung mau kemana. Ini akses jalanya juga cukup luas dan bersih ya. Kalau aku buka pukul 02.00 WIB, ngambil barang rempah-rempah ini dari Berastagi, pajak ini pun 24 jamnya dan kalau aku tutup biasa puku 22.00 WIB, biasanya jam segitu uda sunyi yang jualan nanti pukul 01.00 baru ramai lagi,” ujarnya.

Menurut pedagang tomat di Pasar Tradisional MMCT, Persedian, menjelaskan bawha pajak ini sangat nyaman dan aman.

Kalau pengunjuang yang datang mengedarai kendaraan sudah ada disediakan tempat parkir yang luas. Biasanyanya tempat parkir tersebut ramai dengan mobil-mobil pick-upangakat sayur dan becak-becak bermotor angkat barang sayuran.

Persedian juga menjelaskan para pengunjung yang datang ke Pasar Tradisional MMCT, hampir rata merupakan pedagang juga. Pedagang yang berjualan di rumah atau kedai nasi di Kota Medan.

“Ya hampir rata yang ambil barang aku itu pedagang kedai-kedai nasi, kadang mereka ambil satu keranjang ini bagi pedagang tomat di pasar-pasar lainnya, ambilnya juga di sini. Kalau sekarang harga tomat stabil dan murah cuman peminatnya akhir-akhir ini juga sangat berkurang mungki dagangan mereka sunyi jadi tak mengambil di sini, jadi jualnya pun ini sekarang tak banyak untungnya, sementara ngambil untuk keci aja biar balik modal. Kalau aku ngambil dari Berastagi,” ucapnya.

Persediaan juga menjelaskan kalau Ia mulai berjualan pada pukul 24.00 WIB dan tutup pada pukul 12.00 WIB siang hari. Ia berjualan dengan kurun selama satu hari dengan waktu 12 jam.

Dari pantauan www.tribun-medan.com Pasar Tradisional MMCT ini sangat besar dan tertata rapi. Apabila membawa kendaraan di Pasar Tradisional MMCT tempat parkirnya sangat luas bagi pengendara mobil maupun kedaraan sepeda motor. disrtibusi parkir untuk kendaraan sepeda motor dikenakan Rp200 dan mobil dikenakan Rp 3000.

Untuk akses menuju Pasar Tradisional MMCT ini sangat mudah karena di lalui oleh angkutan umum seperti mopen maupun becak bermotor. Tak hanya angkutan seprti itu saja, taxi online dan ojek online juga ada yang mengarah tempat tersebut.

Di Pasar Tradisional MMCT juga tak hanya menjual bahan-bahan pokok sehari-hari, namun ada ynag menjual makanan dan minuman. Jadi bagi pengujung yang lapar dan haus lagi berbelanja tak pelu bingung-bingung karena di area Pasar Tradisional MMCT terdapat stan jualan makanan dan minuman.

(cr22/Tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved