Bawaslu Dairi Temukan Pekerja Lalai dalam Proses Pengepakan Logistik Pemilu

Sejak Rabu (3/4/2019) kemarin, proses pengepakan logistik surat suara Pemilu 2019 untuk 872 Tempat Pemungutan Suara (TPS

Bawaslu Dairi Temukan Pekerja Lalai dalam Proses Pengepakan Logistik Pemilu
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Petugas sibuk mengepak logistik pemilu di Kantor KPU Dairi, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Sejak Rabu (3/4/2019) kemarin, proses pengepakan logistik surat suara Pemilu 2019 untuk 872 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Dairi berlangsung di kantor KPU Dairi.

Pada kegiatan itu, KPU Dairi memberdayakan para personel Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari seluruh kecamatan dan desa.

Tak luput juga, personel Bawaslu Dairi berada di lokasi pengepakan untuk mengawasi jalannya kegiatan setiap harinya.

Alhasil, sampai hari ketiga, yakni Jumat (5/4/2019), Bawaslu Dairi menemukan aneka persoalan dalam proses pengepakan itu. Secara keseluruhan, persoalan dimaksud terkait kecakapan petugas pengepakan.

Namun, hal itu masih dapat dimaklumi dan hanya dikenai teguran langsung, dan belum termasuk kategori pelanggaran.

"Temuan kita berupa kelalaian saat mengepak logistik. Sebagai contoh, segel untuk amplop bungkus kertas surat suara, yang akan dimasukkan ke dalam kotak suara, lupa dipasang," ungkap Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Dairi, Maimanah Angkat saat ditemui Jumat (5/4/2019).

Maimanah mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Bawaslu Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pengawasan Perencanaan, Pengadaan, dan Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggaraan Pemilu, tahapan pengepakan ialah kegiatan menata dan mengemas surat suara beserta perlengkapan lainnya dengan jumlah dan spesifikasi teknis tertentu.

Pengepakan dilakukan agar proses identifikasi logistik pemilu menjadi lebih efektif dan mencegah pertukaran antar jenis barang logistik.

Selain itu, juga untuk mengurangi kemungkinan kerusakan barang, serta mudah didistribusikan.

"Pengawasan kita lakukan agar logistik pemilu yang didistribusikan tepat jumlah, tepat waktu, tepat sasaran, sehingga saat hari pencoblosan tidak ada persoalan lagi," tutur Maimanah.

Ia mengapresiasi langkah KPU Dairi yang melaksanakan pengepakan logistik dibagi menurut daerah pemilihan caleg kabupaten.

Sehingga kemungkinan surat suara caleg kabupaten tertukar, surat suara paling rawan tertukar, makin kecil.

Maimanah menjelaskan, klasifikasi pengepakan logistik pemilu per TPS mencakup surat suara dalam sampul kertas dan disegel, tinta, segel, alat untuk memberi tanda pilihan, sampul kertas, karet pengikat surat suara, kantong plastik, formulir, tali pengikat alat pemberi tanda pilihan, dan alat bantu tuna netra. 

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved