Korban Tabrakan Beruntun Kaget Saat Mobilnya Penyok Diseruduk dari Belakang

Kelima korban tabrakan beruntun merasa kaget mobil mereka ditabrak dari belakang.

Korban Tabrakan Beruntun Kaget Saat Mobilnya Penyok Diseruduk dari Belakang
Tribun Medan / Sofyan Akbar
Petugas unit lantas Polsek Medan Kota sedang menyuruh pengemudi mobil yang menjadi korban tabrakan beruntun untuk memarkirkan mobil di depan Polsek Medan kota, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kelima korban tabrakan beruntun merasa kaget mobil mereka ditabrak dari belakang.

Seperti halnya Rudi Jaya Simatupang (46) jalan Menteng VII, gang Flamboyan, Medan Tenggara, pengemudi Avanza hitam BK 1698 MS.

Ia mengaku kaget saat mobilnya ditabrak oleh Innova Reborn yang menyebabkan dirinya menabrak mobil Calya Merah yang ada di depannya.

"Saya pikir tadi ada bom bang. Rupanya mobil saya yang ditabrak. Sangking kerasnya tabrakan, air bag mobil saya bagian depan kanan dan kiri keluar bang, serta bangku yang saya duduki di bangku sopir miring,"katanya saat dijumpai di ruang Juper lantas Polsek Medan Kota, Jumat (5/4/2019).

Ia mengaku, karena kaget, dirinya tidak mengetahui kalau mobil yang ia kemudikan menabrak mobil Calya yang ada di depannya.

Sementara itu, Surya Darmawan Sitohang (34) warga Jalan Garuda, gang Siriaon No 2A, Kelurahan Tegal Mandala II pengemudi Calya merah BK 1832 BI menyatakan panik saat mobilnya ditabrak dari belakang.

"Pasti panik la bang, karena di lampu indikator mobil saya ada hidup lampu merah yang saya sendiri tidak tahu kenapa. Setelah itu, dari kap mesin depan mengeluarkan asap. Itu yang membuat saya panik. Saya rasa, saya korban kedua yang mobilnya tidak parah setelah Avanza,"terangnya.

Ia pun mengaku kakinya sebelah kiri terkena dasboard depan sehingga mengalami luka, tangannya sebelah kanan juga kebas sampai sekarang.

Ia berharap tersangka, yang merupakan pengemudi Innova Reborn harus memperbaiki mobil semua korban seperti sebelum tabrakan beruntun terjadi.

"Kami juga meminta karena kami sopir grab untuk dibayarkan uang perhari sebesar Rp300Ribu selama mobil kami sedang dalam perbaikan,"katanya.

Ia mengaku sudah berembuk dengan semua korban yang merupakan pengemudi taksi online agar pihak penabrak memberikan uang Rp300Ribu perhari selama mobil diperbaiki.

"Itu kesepakatan kami bang,"ujarnya.

Jadi, akunya, selain perbaikan mobil, semua korban meminta dibayarkan uang perhari untuk menghidupi keluarga mereka.

"Cuma ini ladang kami untuk mencari nafkah bang. Kan gak mungkin kami tidak ngasih makan keluarga kami, sementara mobil kami ditabrak dan harus diperbaiki,"katanya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved