Penembakan di Medan

Sutopo Tewas Bersimbah Darah, Tiba-tiba Ditembak Softgun saat Duduk di Depan Rumah

Menurut keterangan adik korban, Eko Suwarno (38) sebelum kejadian korban sedang berada duduk-duduk di depan rumah selesai salat Jumat.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
HO
Painem, ibu Sutopo menangis histeris di depan jasad anaknya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga di seputaran Jalan Bambu II, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, digegerkan dengan suara letusan senjata api yang terdengar berbunyi beberapa kali.

Peluru dari senjata itu, mengenai salah seorang warga sekitar atas nama Sutopo atau yang akrab disapa Komeng berusia 47 tahun.

Akibat peluru yang mengenai tubuhnya itu, Komeng langsung roboh dan terkulai lemas di atas tanah.

Menurut keterangan adik korban,
Eko Suwarno (38) sebelum kejadian korban sedang berada duduk-duduk di depan rumah selesai salat Jumat.

"Maksudnya dia mau cari angin. Tiba-tiba dari arah simpang ada penyerangan yang dilakukan oleh beberapa orang bawa senjata soft gun, menembak membabi-buta," kata Eko di rumah duka, Jumat (5/4/2019).

"Rupanya dia kena peluru nyasar. Mereka bawa soft gun yang panjang gitu seperti senapan angin. Dia kena di bagian dan dan tembus ke jantung," ungkap Eko.

Eko menjelaskan setelah kejadian itu para pelaku langsung melarikan diri. Melihat kondisi Komeng yang terbaring di tanah bersimbah darah, mereka lalu melarikannya ke RS Imelda di Jalan Bilal.

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

"Sampai di rumah sakit sudah nggak bisa di tolong lagi. Mereka bilang nggak sanggup lagi, karena sudah tembus ke jantung. Komeng akhirnya meninggal dunia," ujar Eko dengan raut wajah sedih.

Lebih lanjut, Eko tidak mengetahui siapa pelaku yang menembak abangnya tersebut. Terkait apa penyerangan, Eko juga tidak mengetahui. Karena di hari nahas ini, dia hanya datang untuk melihat kondisi orangtuanya. Karena selama ini dia tinggal di daerah Bangsal.

"Mereka naik kendaraan dan langsung menembak membabi-buta dan nahas kena Komeng," ucapnya.

Masih kata Eko, dia tidak mengenal siapa pelaku. Tapi menurutnya pelaku ada sekitar 6-8 orang.

Hampir sepanjang jalan di daerah dekat rumah korban, terlihat banyak bercak darah berceceran di tanah.

Para warga di lokasi, juga terlihat masih syok mendengar suara tembakan yang terdengar beberapa kali begitu menggelegar.

Suasana di rumah duka masih penuh dengan kesedihan. Para keluarga maupun sanak saudara berdatangan bersimpati dan prihatin dengan peristiwa yang dialami keluarga korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved