Jokowi Sapa Pendukung dengan Pantun Melayu, Kampanye Terbatas di Asahan

Hadir bersama istrinya, Iriana, Jokowi membuat seisi gedung bergemuruh tatkala menuturkan bait-bait pantun melayu.

Jokowi Sapa Pendukung dengan Pantun Melayu, Kampanye Terbatas di Asahan
TRIBUN-MEDAN/ FATAH BAGINDA GORBY
Capres Jokowi paparkan pengalaman pahitnya mengenyam pendidikan di hadapan warga Asahan pada acara kampanye terbatas, Sabtu (6/4/2019). Ia menjelaskan sempat merasa khawatir tak dapat meneruskan bangku sekolah hingga kuliah. 

"Saya hendak mengingatkan kepada kita semua. Hati-hati, ini waktunya tinggal 12 hari. Jangan goyah karena isu, karena fitnah, karena hoaks. Contohnya yang sekarang lagi kencang disuarakan. Kalau Jokowi-Amin menang azan dilarang, pendidikan agama dihapus. Nanti Jokowi menang pernikahan sejenis diperbolehkan. Macam-macam fitnahnya," ujar Jokowi.

"Maka dari itu, mari kita hadapi dan lawan bersama-sama. Sudah mantap belum? Mudah-mudahan di Sumut, tak terkecuali di Asahan ini, tidak mudah termakan segala bentuk kampanye hitam, ya."

Pada bagian lain orasinya, tak ketinggalan, Jokowi memaparkan program-program kerjanya jika terpilih kembali sebagai presiden. Di antara program tersebut adalah tiga kartu baru yang akan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Sembako Murah.

Kelakar Syamsul

Sebelum Jokowi naik panggung, sejumlah tokoh masyarakat Sumut bergantian memberikan orasi. Mulai dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat; mantan Gubernur Sumut, Syamsul Arifin; mantan Wakil Gubernur Sumut, Nurhajizah Marpaung, dan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN), Arya Sinulingga.

Seisi gedung pecah dengan tawa saat Syamsul Arifin berbicara. Dengan gaya bicara dan gesturnya yang khas, Syamsul berkelakar, mengatakan dirinya datang sebagai orang berstatus mocok-mocok.

"Saya datang ke sini, enggak ada maksud. Saya tidak mau jadi apa-apa. Kalau kata orang, kerja seribu gak kerja lima ratus, kerja gak kerja seribu lima ratus," katanya.

Perihal pasangan 01, Syamsul berpandangan Jokowi dan Ma'ruf Amin akan jadi pemimpin-pemimpin yang baik bagi Indonesia.

"Saya kira, kalau ulama dan umara (pemimpin) bersatu, maka akan diberkahi negeri ini," katanya.

Sedangkan Djarot Saiful Hidayat, setelah menyampaikan orasi, mengajak seluruh yang hadir untuk bergandengan tangan.

"Kita harus kompak. Jangan sampai terpecah dan terbelah. Apalagi hanya gara-gara hoaks dan fitnah," ujarnya.(ind/gov)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved